By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mitratel Perluas Portofolio Bisnis ke Fiber Optic dan Edge Infra Solution
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mitratel Perluas Portofolio Bisnis ke Fiber Optic dan Edge Infra Solution

Last updated: 9 Juni 2022 14:34 14:34
Jatengdaily.com
Published: 9 Juni 2022 14:34
Share
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (paling kanan) bersama Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candra Suci (Tengah) dan Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama (paling kiri) menjelaskan mengenai peluang bisnis Mitratel pada acara Focus Group Discussion TelkomGroup di Yogyakarta. Foto:dok/Telk
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk/Mitratel (MTEL) akan memperluas portofolio non-menara, yakni fiber optic dan egde infra solution. Saat ini perusahaan sedang membangun sekitar 7000km jaringan fiber yang ditargetkan selesai semester II 2022.

“Kami tidak hanya berhenti pada penyedian tower tapi masuk portofolio related tower seperti fiber optic untuk memastikan BTS quality of service yang baik, penyediaan power to tower dan egde infra solution atau mini data center yang dipasang pada tower,” jelas Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam FGD TelkomGroup di Yogyakarta, Rabu (8/6).

Theodorus menambahkan tahap selanjutnya pembangunan mini data center atau edge infra solution yang menyasar para pengguna yang sensitif terhadap latensi. “Kami akan kembangkan fiber optic, microcell, power to tower, dan edge infra solution,” kata Theodorus.

Menurut Theodorus, perluasan portofolio tersebut untuk mencapai visi misi Mitratel menjadi digital infrastructure company, tidak hanya melalui aksi inorganik dan agresif dalam penetrasi pasar melalui aksi organik tetapi juga melakukan penambahan portfolio baru.

Selain itu, Mitratel juga masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat tinggi. Sebagai perusahaan dengan kepemilikan tower menara terbanyak yakni 28.577 unit menara, Mitratel akan meningkatkan tenancy ratio dan menambah jumlah menara melalui akuisisi. “Jadi ruang kami untuk tumbuh masih sangat besar untuk meningkatkan tenancy ratio karena 58 persen tower kami ada di luar Jawa yang menjadi daya tarik operator telekomunikasi untuk memperluas jaringannya dan pertumbuhan ekonomi pesat di Sumatera, Kalimantan, dan lainnya,” ujar Theodorus.

Mitratel juga memiliki competitiveness berupa sinergi dengan Grup Telkom yang menjadi modal besar perusahaan untuk ditawarkan kepada para tenant.

Sementara itu, terkait buyback saham, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan harga saham MTEL di pasar saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Hal itulah yang melatarbelakangi dilakukannya pembelian kembali saham Mitratel.

“Intensionnya terutama yaitu yang waktu kita announce adalah karena kita melihat ada gap antara valuation dengan yang ada di market saat itu,” kata Hendra.

Dari komunikasi dengan kalangan investor, lanjutnya, banyak investor menilai fundamental Mitratel bagus, kuartal pertama result (laporan keuangan) juga inline, namun harga di pasar tidak tercermin sehingga diputuskan buyback.

Kemarin, harga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) ditutup melemah 1,36% di level Rp 725/unit. Namun dalam sepekan terakhir harga saham MTEL masih mencatatkan apresiasi 5,84%.

Kenaikan harga saham MTEL tersebut terjadi setelah perseroan berencana untuk melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham.

Anggaran yang disiapkan oleh perseroan mencapai Rp1 triliun atau setara dengan 5,3% dari total modal disetor. Adapun waktu pelaksanaan buyback sendiri ditetapkan mulai dari 2 Juni sampai 2 September 2022 atau dalam tiga bulan ke depan.st

You Might Also Like

Masuk Prevalensi Tinggi, Demak Targetkan Bebas Stunting 2021
Dispora Jateng Dukung Siwo PWI Jateng untuk Porwanas 2027
Jelang Pilwalkot, Sejumlah Parpol Mulai Bangun Koalisi
Pengamanan Piala AFF 20 Diperketat, Kapasitas Stadion Hanya 70 Persen
Sepekan Layani Naik – Turun, Stasiun Comal Layani 1.400 Lebih Penumpang, Didominasi Tujuan Semarang
TAGGED:Edge Infra SolutionMitratel Perluas Portofolio Bisnis ke Fiber OpticPT Dayamitra Telekomunikasi Tbk/Mitratel (MTEL)
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?