By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Perlu Sinergi agar Wisata Candi jadi Destinasi Edukasi di Jateng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perlu Sinergi agar Wisata Candi jadi Destinasi Edukasi di Jateng

Last updated: 18 Mei 2022 09:11 09:11
Jatengdaily.com
Published: 14 Mei 2022 09:08
Share
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Objek wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Hamid, saat berdiskusi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng di Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/5/2022).

Komisi E DPRD Provinsi Jateng melihat penataan dan upaya pelestarian kawasan situs cagar budaya Candi Sukuh yang terletak di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Cetho di Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/5/2022). Foto:ist

Pada kesempatan itu, Komisi E melihat penataan dan upaya pelestarian kawasan situs cagar budaya Candi Sukuh yang terletak di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Cetho di Gumeng Kecamatan Jenawi. Dalam pantauan itu, Komisi E menilai kedua situs tersebut sudah dalam kondisi sangat baik dan bersih.

Selain membahas soal kesejahteraan masyarakat sekitar dari pemanfaatan cagar budaya, Abdul Hamid juga mengatakan ada pekerjaan rumah penting dalam program wisata candi agar lebih menarik minat masyarakat. Yakni, perlunya sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten bersama DPRD agar objek wisata tersebut benar-benar menjadi destinasi wisata edukasi di Jateng.

“Dengan perawatan, perlindungan, dan pemeliharaan sampai pada pemanfaatannya agar dipikirkan matang-matang secara strategis. Juga, tidak lupa dari perencanaan, eksekusi anggaran hingga evaluasi program kerja yang ada,” jelasnya.

Menanggapinya, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Pemanfaatan & Publikasi BPCB Provinsi Jateng Wahyu Kristanto mengatakan Candi Sukuh dan Candi Cetho sudah menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kata lain, candi yang terjaga secara fisik maupun non fisik itu dapat difungsikan untuk ibadah.

“Cagar budaya kedua candi itu sudah masuk ke tingkat nasional. Harapan kami, Pemprov bersama Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dapat memfasilitasi setiap kegiatan agar cagar budaya ramai dan berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Kelestarian candi itu tidak diragukan tapi kemanfaatannya masih kurang,” kata Wahyu.

Wahyu Agus Pramono selaku Camat Ngargoyoso menambahkan di Desa Kemuning yang berada di kawasan Candi Cetho terdapat 600-an warga beragama Hindu. “Dan, desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Pancasila dimana kerukunan umat beragamapun sangat kental,” kata camat. st

 

You Might Also Like

Rencana Liga 1 Digelar November, PSIS Tunggu Kepastian
Aksi Sadis 11 Satpam RSUP Kariadi; Keroyok Pencuri HP, dari Diborgol hingga Ditendang sampai Tewas
Ke Jateng, Presiden Resmikan Bendungan Randugunting di Blora Hingga Serahkan Bantuan PKL
Itjen Harus Jadi Pelopor dan Pemberi Masukan Pelaksanaan Moderasi Beragama
Tak Ada Formasi P3K Guru Agama, AGPAII Tak Bisa Cegah Anggotanya Mogok Mengajar Nasional
TAGGED:Objek wisata Candi Sukuh dan Candi CethoPerlu SinergiWisata Candi jadi Destinasi Edukasi di Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?