By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rasio Masih Rendah, Indonesia Butuh Banyak Dokter
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Rasio Masih Rendah, Indonesia Butuh Banyak Dokter

Last updated: 9 April 2022 13:05 13:05
Jatengdaily.com
Published: 9 April 2022 12:07
Share
Dekan FK Unissula saat memberi surat tanda kelulusan kepada dokter baru. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKF mengatakan, perbandingan atau rasio antara jumlah dokter dan jumlah masyarakat yang harus dilayani di Indonesia masih rendah, dalam artian jauh dari rasio ideal.

”Saat ini, rasio perbandingannya tersebut masih 1 : 2.500 atau satu dokter harus melayani rata-rata 2.500 warga. Padahal, idealnya untuk dokter umum adalah 1 : 1.000 (satu dokter melayani 1.000 warga). Oleh karena itu, masih dibutuhkan dokter umum dalam jumlah banyak, belum lagi penambahan dokter spesialis. Hal ini menunjukkan kalau Indonesia masih butuh dokter dalam jumlah banyak, untuk melayani kesehatan masyarakat” jelasnya, saat memberi sambutan dalam prosesi Pengambilan sumpah dokter ke 121 periode II tahun 2022 Fakultas Kedokteran (FK) Unissula, Sabtu (9/4/2022), di kampus Jalan Kaligawe.

Pada pengambilan sumpah kali ini diikuti 22 dokter baru. ”Jumlah ini menambah alumni FK Unissula yang mencapai 5.694 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Rasio tersebut masih sangat jauh dari ideal, jika dibandingkan negara lain di ASIA Tenggara. Seperti di Singapura, yang sudah dalam angka 1 : 1.000.

Oleh karenanya, Indonesia masih butuh dokter dalam jumlah banyak. Hal ini, berkorelasi dengan dokter yang dihasilkan oleh FK di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Tanah Air.

Pendidikan kedokteran bertujuan menghasikan dokter yang profesional dan kompeten untuk memajukan dunia kedokteran dan memenuhi tuntutan nasional.

Saat ini menurutnya, di Indonesia ada 92 Fakultas Kedokteran (FK) yang ada di PTN dan PTS.

”Misalnya, untuk FK yang terakreditasi A, maka punya andil untuk menyumbang minimal 20 persennya. Untuk yang terakreditasi B, maka 10 persen dari rasio yang dibutuhkan. Oleh karena itu, ada kebijakan dari pemerintah untuk penambahan kuota mahasiswa kedokteran,” jelasnya.

Lebih lanjut dia berharap kepada para dokter baru setelah menyelesaikan proses pendidikan untuk memberi layanan kedokteran yang baik dan profesional kepada masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan sikap integritas yang baik.

Hadir pula dalam kesempatan ini Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MHum. Dalam sambutannya, dia mengatakan agar dokter baru bisa menjalankan pekerjaan dengan baik, sesuai dengan bekal yang diperoleh. she

You Might Also Like

Lewat Halal Bihalal FH Unissula Bangun Solidaritas dan Kualitas
Anugerah LLDIKTI Wilayah VI 2024 Dorong PTS di Jateng untuk Lebih Inovatif 
Seminar Pembaharuan Hukum Pidana di USM, Prof Barda: Keadilan Itu Berdasarkan Tuhan, Bukan Undang-Undang
Tindak Lanjut Kerja Sama Penelitian, USM Terima Kunjungan Pusat Riset KKEK BRIN
Rektor USM Tandatangani Kerja Sama dengan PT Pertamina Patra Niaga DPPU Ahmad Yani
TAGGED:fk unissulaIndonesia Butuh Banyak DokterRasio Masih Rendah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?