Tekan Kasus Keswa, Puskesmas Wonosalam I Lakukan Kunjungan Rumah

2 Min Read
Petugas Puskesmas Wonosalam I saat mendampingi pasien terdiagnosa ODGJ untuk menjalani perawatan di RSJD Amino Gondohutomo Semarang. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Dalam rangka mengatasi masalah kesehatan jiwa (keswa) pada masyarakat, pemerintah mengupayakan agar Puskesmas bisa memiliki layanan keswa. Sehubungan itu Puskesmas Wonosalam I melalui program keswa berbasis masyarakat, berupaya meningkatkan kesejahteraan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Sekaligus menumbuhkan kontribusi masyarakat secara pro-aktif pada berbagai usaha kesehatan jiwa berbasis masyarakat, yang menyeluruh dan berbasis hak asasi.

Kepala Puskesmas Wonosalam I dr Maria Ulfah menuturkan, umumnya orang awam beranggapan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh santet atau diguna–guna atau kekuatan supranatural. Akan tetapi, sesungguhnya gangguan jiwa disebabkan oleh banyak faktor yang saling terkait. Antara lain gangguan biologis, psikoedukasi, pemahaman dan keyakinan agama kurang, koping tidak konstruktif, stressor psikososial, serta pengalaman traumatis.

“Sedangkan gejala yang dialami orang dengan gangguan jiwa di antaranya halusinasi, ilusi, waham atau suatu keyakinan yang tidak rasional dan tidak masuk akal. Selain itu juga gangguan proses pikir dan kemampuan berpikir, serta tingkah laku aneh,” urainya, didampingi Programer Keswa Sri Rahayu Ningsih.

Sehubungan itu sejumlah terobosan dilakukan Puskesmas Wonosalam I untuk menekan kasus keswa di wilayah kerjanya. Yakni secara umum melakukan pendampingan kepada ODGJ dan keluarganya, masyarakat dan pemerintah terkait.

“Antara lain melalui kunjungan rumah, terapi aktivitas kelompok bagi ODGJ, Support Help Group (SHG) atau kelompok swabantu bagi keluarga atau pendamping ODGJ. Serta pendampingan kepada ODGJ untuk mengakses layanan kesehatan, meningkatkan keterampilan dan aktivitas produktif,” urainya.

Selain itu, pada saat sama juga dilakukan edukasi kepada keluarga atau pendamping ODGJ mengenai keswa. Sosialisasi isu kesehatan jiwa kepada masyarakat. Serta membantu proses pengiriman pasien sistem rujukan ke RSJ dengan fasilitas ambulan puskesmas. “Di samping juga pembentukan sistem untuk pemberian layanan kepada ODGJ dari beberapa stakeholder terkait,” pungkasnya. rie-st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.