By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Zaenal Petir Kumpulkan Janda Tua dan Tuna Netra, RS Wongsonegoro Datang Bantu Sembako
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Zaenal Petir Kumpulkan Janda Tua dan Tuna Netra, RS Wongsonegoro Datang Bantu Sembako

Last updated: 25 April 2022 05:31 05:31
Jatengdaily.com
Published: 25 April 2022 05:31
Share
Para janda dan komunitas tuna netra Kota Semarang berkumpul di rumah H Zaenal Petir sebelum menerima bantuan sembako. Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Momentum bulan Ramadan, sebagai bulan yang penuh berkah, banyak digunakan umat muslim untuk berlomba berbuat baik, membantu sesama manusia yang layak mendapatkan bantuan. Setidaknya hal ini dilakukan oleh RS Wongsonegoro Semarang, membantu kaum dhuafa dan para janda maupun para tuna netra yang tergabung di Komunitas Tuna Netra Semarang.

Suasana unik di Jalan Pergiwati 1 Nomor 19, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, pada Jumat, 22 April 2022, tepatnya di rumah Zainal Abidin Petir. Lebih dari 70-an janda tua, komunitas tuna netra, dan kaum dhuafa, duduk beralaskan tikar berjajar rapi sejak pukul 08.00.

Pihak RS Wongsonegoro menyampaikan sambutan sebelum membagikan paket sembako. Foto:ist

Tak lama berselang datang rombongan RS Wongsonegoro Semarang, dr Lia Sasdesi Mangiri, Sp Rad, Wadir Pelayanan, dr Roosmalia Isdiana, MKM , Kabid Pelayanan, Philip, SKep, Kasi Keperawatan, Gunawan Heru, Kasi TU & Rumah Tangga, dan Pristiwati, S.SiT, MHKes, Kasi informasi & pemasaran.

Mereka datang mewakili direktur RS dokter Susi Herawati MKes, tak lain ingin memberikan bantuan 200 paket sembako yang dibagikan kepada binaan Lembaga Bantuan Hukum Penyambung Titipan Rakyat ( LBH Petir) Jateng, Zainal Petir.

Hadir juga Camat Semarang Utara Moch Imron, SH, MH dan Agus Riyanto SE, MM Lurah Bulu Lor. Sebelum pembagian bantuan, Zainal Petir mencairkan suasana, godain janda-janda tua. ” Piye rasane jejer karo Zainal Petir sing rodo ganteng? Spontan dijawab Mbah Sayumi, 80 th, warga Pergiwati 1. ” Nggih seneng, adem atine, opo meneh diparingi sembako tambah waras ….hehe”.

Janda lain ikut menimpali,” Rasane terayomi, segala masalah bisa diselesaikan lewat pak Zainal Petir,” kelakar mbah Mur, 68 th, warga jl. Sentiyaki Raya. Namun suasana tiba-tiba hening tatkala Zainal Petir memperkenalkan pasangan tuna netra Rosyid, 49, dan isterinya April, 39, serta Andhi Setiyono ketua ITMI (ikatan tuna netra muslim Indonesia) Semarang.

Andhi mengalami buta sejak SMP akibat terjatuh, tulang belakang hingga syaraf tidak berfungsi normal akibat musibah itu. ” Awalnya saya stres tidak bisa melihat, tapi kenyataan ini harus diterima, alhamdullah saya bisa menyelesaikan kuliah di UIN Walisongo”.

Lain halnya cerita pasangan Rosyid dan April yang dicerai setelah mengalami kebutaan. ” Saya dicerai suami setelah buta ketika melahirkan anak kedua. Suami dicerai istri habis kecelakaan kemudian buta. Sekarang kami buka jasa pijat untuk mempertahankan hidup dengan suami dan anak-anak.”

Menurut April, untuk melihat orang dengan jarak kurang 1 meter hanya kelihatan bongkahan hitam tidak berbentuk. Semua pemandangan seperti kabut putih tebal, kalau ada bayangan hitam, berarti ada benda harus dihindar, biar tidak nabrak atau jatuh.

Zainal Petir sambil terbata-bata berujar,” Kita harus bersyukur, kekurangan harta masih bisa dicari. Mereka yang buta saja selalu senyum, padahal lebih susah dari kita. Itu sedikit gambaran dari ratusan teman-teman tuna netra yang ada di Semarang. Terimakasih RS Wongsonegoro atas kepedulaiannya. Di balik RS Wongsonegoro ada doa dari janda-janda tua dan tuna netra,” kata Zainal Petir yang juga penasihat ITMI Semarang. st

You Might Also Like

1.500 Mahasiswa Perguruan Tinggi se-NTT Angkat Tiga Jari; Pak Ganjar Bisa Perbaiki Demokrasi Kita
24 Mahasiswa Asing Kuliah di Prodi MM, FEB UNDIP
Pemkot Semarang Gencarkan Jumat Berkah, Bantu Warga Hadapi Covid-19
Kerugian Kebakaran Pasar Kalimas Randudongkal Pemalang Capai Rp 1,5 Miliar
Indosat Berikan Ketulusan Tanpa Akhir di Hari Pelanggan Nasional 2023
TAGGED:bantu sembakoITMI Kota Semarangjanda tua dan tuna netraRS Wongsonegoro SemarangZaenal petir
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?