By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Komoditi Pangan Naik, Mbak Ita Ingatkan Masyarakat Pentingnya Urban Farming
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Komoditi Pangan Naik, Mbak Ita Ingatkan Masyarakat Pentingnya Urban Farming

Last updated: 27 Oktober 2023 19:46 19:46
Jatengdaily.com
Published: 27 Oktober 2023 19:46
Share
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyoroti kenaikan harga beberapa komoditi pangan di Kota Semarang, salah satunya yakni kenaikan harga cabai.

“Ini kan memang lagi El Nino ya. Jadi pastinya dipengaruhi dari supply dan demand, ketersediaan komoditi itu di pasaran,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu.

Menurutnya, tak hanya harga cabai saja yang naik, harga beras, dan gula bahkan telah lebih dahulu naik.

“Kalau saya lihat malah tidak hanya cabai saja. Tapi ada beras yang sudah melesat naik sejak satu atau dua bulan yang lalu. Kemudian gula, telur juga sedikit naik, namun harga bawang merah malah cenderung turun,” katanya.

Mbak Ita mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menggelar operasi pasar.

“Harga cabai rawit dan cabai keriting memang mulai naik kisaran harga antara Rp 2.000 – Rp 5.000. Kami akan melakukan penetrasi pasar, mengantisipasi harga-harga yang naik. Gak harus beras tapi semua komoditi yang naik akan kami sorot,” imbuhnya.

Ia menyebut, jika permintaan cabai saat ini memang belum terlalu tinggi. Ia memprediksi kenaikan harga itu lantaran distribusi dan HET (Harga Eceran Tertinggi) cabai memang sedang cukup tinggi.

“Solusinya ya dengan swasembada pangan. Makanya saya selalu mendorong masyarakat khususnya di Kota Semarang ini untuk melalukan urban farming. Ayo menanam cabai, ayo tanam tomat, dan sebagainya,” kata Mbak Ita.

Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

KWT tersebut, menanam beragam komoditi yang biasa dikonsumsi masyarakat, seperti cabai, tomat, terong, bawang, dan aneka sayur hijau.

“Saya senang di KWT Mijen ini, ibu-ibu gemar menanam, bahkan mereka tidak ada yang mengeluh cabai naik,” katanya.

Hal ini, lanjut Mbak Ita, karena mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing.

“Ibu-ibu mau nyambel tinggal metik, mau bikin sayur bening tinggal metik. Bahkan saya juga panen tomat Gamara di sini. Ini yang kita harapkan, masyarakat jangan cemas karena kita bisa memenuhi sendiri kebutuhan dan daulat pangan di Kota Semarang itu sangat penting,” jelasnya. St

You Might Also Like

Pengumuman Kelulusan, Kota Magelang Tertinggi Nilai UNBK SMA & SMK
Pasar Pariwisata Berubah, Disbudpar Kota Semarang Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound
Antisipasi Kecurangan PPDB Zonasi, Harus Prioritaskan Kartu Keluarga
Satupena Jateng Kembali Gelar Kajian Keislaman dan Keindonesiaan di Cilacap
Yayasan Kesehatan Telogorejo, PORINTI dan Komunitas Tionghoa Semarang Berbagi 5000 Sembako
TAGGED:Harga Komoditi Pangan NaikMbak Ita Ingatkan MasyarakatPentingnya Urban Farming
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?