in ,

Jalin Sinergitas, Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula Gelar Pelatihan Clinical Educator untuk Perawat

Rektor Unissula, Kepala Dinkes Kota Semarang, Dekan FIK, dan para perawat Puskesmas se Kota Semarang dalam pembukaan Pelatihan Clinical Educator. Foto: siti

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sedikitnya 25 perawat Puskesmas se Kota Semarang mengikuti Pelatihan Clinical Educator, yang digelar oleh Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, yang berlangsung Jumat (17/3/2023) sampai hingga Senin (20/3/2023).

Acara dibuka oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Dr dr Mochamad Abdul Hakam SpPD.

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula Iwan Ardian SKM MKep mengatakan, Pelatihan Clinical Educator bertujuan menyiapkan perawat yang ada di Puskesmas, agar memiliki kemampuan di dalam melakukan bimbingan bagi mahasiswa-mahasiswa FIK Unissula yang nantinya akan melakukan praktek di Puskesmas di Kota Semarang.

”Dan ini juga mempersiapkan kita untuk melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di pelayanan kesehatan di Kota Semarang. Pertama, kita akan menempatkan mahasiswa FIK Unissula di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Semarang untuk melakukan MBKM di sana selama enam bulan, ini setara 20 SKS. Agar pelayanan yang kita gunakan itu siap, maka perawat-perawat kita latih. Dan yang kedua, kita samakan visinya, pada saat mereka (perawat) melakukan bimbingan kepada mahasiswa kita tidak hanya melakukan kegiatan rutin saja di Puskesmas atau di pelayanan kesehatan, tetapi bagaimana mengenalkan kepada mahasiswa kami tentang pelayanan-pelayanan yang ada di sana,” jelasnya.

Dekan mengatakan, FIK Unissula memiliki Program Studi (Prodi) D3 Ilmu Keperawatan, S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Yang D3 kami punya keunggulan, yakni program kuliah tiga tahun, kuliah selesai dan ditempatkan kerja di Rumah Sakit (RS), kemudian kita kuliahkan lagi S1, kemudian setelah itu, kerja. Untuk yang S1 lanjut ke Profesi Ners, dan nantinya kita tempatkan di RS dan pelayanan kesehatan dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Untuk yang lulusan D3 menurutnya, ditempatkan di sejumlah rumah sakit dan layanan kesehatan di Negara Jepang, karena sesuai dengan karakter keperawatannya. ”Sementara yang Ners kita tempatkan di Arab Saudi (Jedah, Madinah, dan sekitar Mekah) serta Qatar. Kita juga menempatkan lulusan kami¬† di ministry of health di kerajaan Arab Saudi, di RS di Riyadh,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan, melalui MBKM yang dihasilkan bukan hanya pengetahaun semata, namun mahasiwa FIK Unissula juga memiliki skill yang mumpuni. Bahkan dengan praktek akan lebih siap terjun saat bekerja. ”Pengetahuan 20 persen praktek 80 persen, termasuk di dalamnya magang di Puskesmas dan RS,” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, pihaknya juga terus menyiapkan sumber daya yang ada di Unissula diantaranya FIK, Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung untuk terus berusaha menyiapkan pelayanan pari purna dalam bidang kesehatan. ”Kemarin pak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong supaya Unissula dan RSI Sultan Agung bisa menyiapkan itu,” jelasnya.

Hal ini berkaitan dengan fenomena saat ini, dimana banyak orang Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, yang paling banyak di RS di Penang Malaysia. Bahkan tercatat, sedikitnya Rp 170 triliun per tahun, uang orang Indonesia yang diberobatkan ke luar negeri. RSI Sultan Agung sangat besar potensinya ke depan, jika pelayanannya pari purna banyak pasien yang semula ke luar negeri, nantinya akan ke RSI Sultan Agung. Bahkan, menurut Menteri Sadiaga nantinya, setelah berobat, mereka bisa juga melakukan wisata di sejumlah tempat pariwisata di Semarang. Hal ini akan memindahkan uang yang semula ke luar negeri, bisa masuk ke dalam negeri,” jelasnya.

Menurutnya, RSI Sultan Agung sudah tidak kalah dalam pelayanannya. Misal, operasi otot syaraf di RSI Sultan Agung bisa berjalan tiga menit, kalau di Penang, menunggunya bisa lama, operasinya pun lebih lama waktunya,” jelas Prof Gunarto.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang Dr dr Mochamad Abdul Hakam SpPD mengatakan, pada intinya Dinkes memfasilitasi mahasiswa untuk bisa melakukan praktek dan menimba ilmu di sejumlah Puskesmas dan RS yang ada di Kota Semarang.

Di satu sisi, dengan pelatihan ini, diharapkan juga ada sinergitas dan simbiosis mutualisme antara mahasiswa dengan para perawat dan layanan kesehatan. Sehingga ada kemanfaatan antara mahasiswa dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. ”Adanya MBKM ini diharapkan para mahasiswa dapat belajar dan meningkatkan skillnya,” jelasnya. she

What do you think?

Written by Jatengdaily.com

Bertujuan Hemat Energi, Kementerian ESDM Pasang Lampu LED di Gedung Setda Provinsi Jateng

Jokowi Kecam Impor Pakaian Bekas, Rugikan Industri Tekstil