By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kenaikan Harga Beras, Menyumbang Inflasi Tertinggi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Kenaikan Harga Beras, Menyumbang Inflasi Tertinggi

Last updated: 30 November 2023 09:59 09:59
Jatengdaily.com
Published: 30 November 2023 09:59
Share
SHARE

Oleh: Moh. Bakhtiar Helmi
Statistisi Muda BPS Kabupaten Tegal

INFLASI merupakan salah satu isu ekonomi yang penting dalam pembangunan suatu wilayah. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah telah merilis angka inflasi Jawa Tengah Bulan Agustus tahun 2023, yakni sebesar 0,03 persen, dimana komoditas beras merupakan komoditas yang menyumbang inflasi paling besar dibandingkan dengan komoditas lainnya, yakni sebesar 0,09 persen.

Sejalan dengan hal tersebut, pada Bulan Agustus 2023, Kota Tegal juga mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, dengan sumbangan komoditas beras terhadap inflasi mencapai 0,12 persen.

Bahkan di Kota Tegal, komoditas beras menyumbang inflasi tertinggi selama Januari – Agustus 2023, dengan andil inflasi sebesar 0,81 persen.

Jika dilihat dari besaran inflasinya, sebenarnya inflasi di Bulan Agustus 2023 relatif kecil. Hanya saja, terjadi kenaikan harga beras yang cukup signifikan, sehingga cukup dirasakan pengaruhnya oleh masyarakat, mengingat beras adalah makanan pokok dan komoditas yang sangat banyak dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Kenaikan harga beras yang cukup signifikan ditingkat pedagang eceran berkisar antara 2.000 rupiah hingga 3.000 rupiah, bahkan sampai harus membuat pemerintah pusat membagikan bantuan beras gratis kepada masyarakat yang kurang mampu di Bulan September 2023 ini.

Sebelumnya, program tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2023 nanti. Bantuan beras tersebut direncanakan akan berlangsung selama 3 bulan, yakni pada Bulan September, Oktober, dan November 2023, dimana setiap KK penerima bantuan akan menerima sebanyak 10 kg beras.

Ada beberapa penyebab terjadinya kenaikan harga beras ini. Pertama, kenaikan harga beras dunia. Dimana komoditas beras sudah menjadi komoditas dunia. Asumsinya jika terjadi kenaikan harga beras di tingkat dunia, maka dapat memicu kenaikan harga beras di dalam negeri.

Kenaikan harga beras dunia ini diantaranya dipicu oleh India. Sebagai salah satu negara pengekspor beras terbesar di dunia, India menahan berasnya untuk diekspor, yang akan digunakan sebagai cadangan beras dalam negerinya sendiri.

Penyebab kedua, adanya penurunan produksi beras secara nasional, yang mengakibatkan berkurangnya pasokan beras sehingga mengakibatkan kenaikan harga. Produksi beras sangat ditentukan oleh luas panen dan produktivitas tanaman padi.

Dari sisi luas panen, terjadi penurunan luas panen di beberapa tempat, yang diantaranya diakibatkan adanya badai el-nino. Di beberapa tempat terjadi bencana kekeringan dan petani tidak menanami lahan sawahnya.

Sedangkan dari segi produktivitas, terjadi kelangkaan pupuk sehingga mengakibatkan kenaikan harga pupuk. Ada juga di tempat lainnya, terjadi serangan hama yang mengakibatkan menurunnya produktivitas tanaman padi.

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengatasi kenaikan harga beras dan dampaknya terhadap inflasi melalui berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan jangka pendek yang diambil adalah impor beras untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan beras gratis untuk masyarakat miskin selama 3 bulan serta melakukan operasi pasar, khususnya komoditas beras, agar harga beras menjadi stabil kembali.

Adapun dalam jangka panjang, perlu diupayakan adanya peningkatan produksi beras. Diawali dengan peningkatan luasan panen padi, semisal dengan membuka lahan sawah baru, atau melakukan pembatasan konversi lahan sawah ke permukiman, agar luas lahan sawah tidak semakin berkurang.

Berikutnya dilakukan usaha peningkatan produktivitas tanaman padi. Hal ini tentu saja diiringi dengan adanya pemberian insentif kepada para petani, sehingga mereka bergairah dan semangat dalam bertani, bahkan bisa memunculkan petani-petani baru, semisal petani milenial.

Langkah lain misalnya, memberikan bantuan benih yang berkualitas, menjamin ketersediaan pupuk, dan harganya yang terjangkau dengan diberikan subsidi, termasuk menjamin kestabilan harga panen gabah di saat musim panen.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan stok beras akan tercukupi, dan harga komoditas beras akan terus stabil sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi. Pada akhirnya, akan mampu mensejahterakan masyarakat.Jatengdaily.com-St

You Might Also Like

Laju Inflasi di Bulan Suci
Menggugah Kesadaran: Refleksi Akhir Tahun tentang Pelecehan Verbal dalam Kehidupan
Jejak Pendidikan 78 Tahun Indonesia Merdeka
Semarang Berqiroati
Piknik saat Pandemi? Tak Perlu Panik
TAGGED:Kenaikan harga beraspenyumbang inflasi tertinggi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?