By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Model Bedah Buku Novel Sulis Menarik
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Model Bedah Buku Novel Sulis Menarik

Last updated: 26 Agustus 2023 07:11 07:11
Jatengdaily.com
Published: 26 Agustus 2023 07:11
Share
Sebagian peserta Resepsi Sastra: "Oase di Neraka" karya Sulis Bambang berfoto bersama seusai kegiatan. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Model bedah buku novel “Oase di Neraka” karya Sulis Bambang cukup menarik. Ia menjadi model alternatif dari kebanyakan diskusi buku yang membosankan selama ini.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie seusai mengikuti kegiatan Resepsi Sastra: “Oase di Neraka” karya Sulis Bambang di Aula SMA Kesatrian 2, Jalan Gajah Raya, Semarang, Rabu, 23 Agustus 2023. Novel Sulis setebal 180 halaman itu diterbitkan oleh Gigih Pustaka Mandiri dan Bengkel Sastra Taman Maluku.

Gunoto Saparie mengatakan, diskusi atau bedah buku yang terjadi selama ini menampilkan pembicara atau pembedah yang bicara membahas buku, sedangkan peserta hanya beberapa orang yang mendapatkan kesempatan bicara. Bahkan sering terjadi sang penulis buku berbicara terlalu panjang menceritakan proses kreatifnya.

“Celakanya, banyak peristiwa bedah buku terjadi di mana sebagian besar peserta justru belum pernah membaca bukunya. Boleh dibilang sebagai bedah buku tapi tanpa buku,” ujar Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah ini.

Dalam bedah buku novel Sulis ini, demikian Gunoto, para peserta diskusi sebelumnya telah menerima buku dari pengarangnya. Karena itu mereka memiliki kesempatan membaca bukunya sebelum menghadiri diskusi.

“Yang menarik, dalam bedah buku ini semua peserta dianggap sebagai narasumber. Kedudukannya sama, entah itu sastrawan senior, mahasiswa, atau pelajar”, katanya.

Menurut Gunoto, teori resepsi sastra lebih menekankan pada tanggapan pembaca terhadap karya sastra yang dibacanya. Karena itu dalam bedah buku tersebut para peserta sebagai pembaca mendapatkan peran untuk menyampaikan hasil pembacaannya.

“Saya gembira ketika ada beberapa siswa SMA maju menyampaikan tanggapannya. Ini berarti, di era digital ternyata sastra masih dibaca generasi muda,” tambahnya.

Novel karya Sulis yang bertema tentang problem rumah tangga yang diwarnai perselingkuhan ini, menurut Gunoto, dari segi tematik patut dipuji. Meskipun demikian, ada kelemahan dari segi stilistik, sementara kecermatan ejaan terabaikan. St

You Might Also Like

Cegah Macet Arus Mudik, Proyek Jalan di Jateng Diminta Dihentikan
Takluk Lawan Yordania 65-74, Menpora Amali Tetap Dukung Perjuangan Timnas Basket Indonesia
Jokowi Akui Swasembada Pangan Butuh Proses yang Panjang
Optimalkan Energi Ramah Lingkungan, Semen Gresik Pabrik Rembang Gunakan Peralatan Modern Long Belt Conveyor
Dug.. Der..Penanda Ramadan Dimulai, Ribuan Warga Kota Semarang Sambut Ramadan dengan Suka Cita
TAGGED:GanjargibranJokowiMegawatiMenarikModel Bedah BukuNovel SulisPrabowopuan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?