Partai Buruh Masih Bimbang Tentukan Dukungan Capres dan Cawapres

3 Min Read
Presiden Partai Buruh, Saiq Iqbal foto bersama para kader saat menghadiri Penentuan Dukungan Partai Buruh Untuk Pemilu 2024 di Semarang, Sabtu (23/12).Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Partai Buruh masih bimbang menentukan arah dukungan calon presiden dan wakil calon presiden pada Pemilu 2024. Belum adanya sikap tersebut lantaran masih ada kelas pekerja takut kehilangan suara dukungan dari basis massa pekerja yang masih pecah ke tiap pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.

“Karena hasil survei, kalau kita pilih paslon 02 ada basis paslon 01 terdapat basis-basis tertentu dipilih oleh partai buruh. Berarti jika pilih paslon 02 di basis paslon 01 kehilangan suara partai buruh. Begitu pula paslon 02 basis paslon 03 akan kehilangan suara partai buruh, maka kita targetkan meloloskan partainya fokus caleg dulu agar bisa lolos ke parlemen 4,7 persen,” kata Presiden Partai Buruh, Saiq Iqbal saat menghadiri Penentuan Dukungan Partai Buruh Untuk Pemilu 2024 di Semarang, Sabtu (23/12).

Dia menyebut prinsip partainya ingin menghapus undang-undang cipta kerja khusus klaster para tenaga kerja. Maka langkah yang dilakukan melakukan pendekatan timnya dari paslon (01,02,03) partai politik tidak ada yang mau kontrak politik.

“Itu jadi pertimbangan kami, tidak ada kesesuaian prinsip partai buruh dengan paslon yang ada. Karena yang kita inginkan paslon yang kita dukung harus mau melakukan revisi undang-undang cipta kerja, tidak hanya janji-janji di mulut saja,” ungkapnya.

Sedangkan untuk putusan arah dukungan capres-cawapres belum bisa disampaikan secara detail. Sebab tahap ketiga, yakni rapat presidium baru akan dilakukan awal Januari 2024 mendatang.

“Belum putuskan secara resmi capres-cawapres. Kita sudah Rakernas, survei capres-cawapres juga sudah. Tinggal masuk tahap ketiga, rapat presidium yang akan kami lakukan awal Januari usai libur Nataru,” jelasnya.

Meski belum menentukan arah dukungan menjelang pemiliha presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024, Partai Buruh memiliki dua opsi dalam penentuan arah dukungan capres-cawapres. Opsi pertama yakni bila terjadi 2 putaran, Partai Buruh tidak akan memilih salah satu Paslon yang berkontestasi di Pilpres 2024 di putaran pertama.

Sedangkan opsi ke dua, bila terjadi satu putaran Partai Buruh bakal langsung menentukan arah dukungan capres-cawapresnya berdasarkan hasil survei yang sudah pihaknya lakukan. Meskipun ia masih enggan menyampaikan paslon mana yang paling unggul dalam survei internal Partai Buruh.

Meski tak menjelaskan secara detail arah dukunganya, Iqbal mengungkapkan jika paslon Anies-Muhaimin sudah tereliminasi dari pilihan Partai Buruh. “Sebab paslon nomor 1 itu dianggap telah mengacak-acak basis massa Partai Buruh,” ujarnya.

Sampai saat ini buruh berjuang sendiri untuk memperjuangkan upah yang layak. Untuk itu, dia akan menunggu pinangan pasangan calon yang akan merevisi Omnibus Law Cipta Kerja. “Kita akan tunggu komitmen atau kontrak politik soal itu,” pungkasnya. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.