By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penuhi Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Terus Berupaya Memberikan Ruang untuk Kemandirian Ekonomi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penuhi Hak Penyandang Disabilitas, Pemkot Semarang Terus Berupaya Memberikan Ruang untuk Kemandirian Ekonomi

Last updated: 11 Desember 2023 06:20 06:20
Jatengdaily.com
Published: 11 Desember 2023 06:20
Share
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri acara Hari Disabilitas Internasional 2023 yang berlangsung di Kantor Dinsos Jateng, Minggu (10/12/2023).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Salah satunya dengan memberikan ruang dan pemberdayaan di bidang kesenian melalui pameran lukis di ruang publik, hingga kerja sama bidang peningkatan ekonomi.

Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan akrabnya usai acara Hari Disabilitas Internasional 2023 yang berlangsung di Kantor Dinsos Jateng, Minggu (10/12/2023).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak bertalenta khusus memperlihatkan karya lukisan terbaiknya. Mbak Ita mengunjungi satu persatu stand lukisan, ia tampak terharu dan bangga melihat karya anak-anak bertalenta tersebut.

“Sangat terharu dan bangga. Sisi lain kekurangan mereka, ternyata mereka punya banyak kelebihan, buktinya anak-anak bisa melukis dengan luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, potensi yang dimiliki anak-anak bertalenta khusus ini harus dipamerkan di tempat terbuka, agar masyarakat tahu karya-karya mereka.

“Kegiatan semacam pameran bisa diadakan di Balai Kota atau Kota Lama Semarang. Akan lebih bagus lagi kalau lukisan anak-anak spesial ini bisa dipajang di Car Free Night Kota Lama. Jika laku terjual, ini bisa jadi penyemangat bagi anak-anak ini,” katanya.

Dirinya berharap dinas-dinas dan instansi terkait bisa melibatkan kaum disabilitas dalam segala kegiatan. “Mereka punya hak yang sama,” ujarnya.

Tak hanya itu, dari sisi peningkatan ekonomi, Pemkot Semarang juga berupaya memberi dukungan kepada para penyandang disabilitas.

“Bak gayung bersambut, ternyata Rumah Difabel punya toko sembako. Kami akan memfasilitasi agar Rumah Difabel bisa bekerja sama dengan BUMP (Badan Usaha Milik Petani) yang mungkin nantinya bisa memasok sembako dengan harga lebih murah kepada mereka,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Mbak Ita, Rumah Difabel ini memasok kebutuhan tokonya dari toko retail, sehingga harganya cukup tinggi.

“Kalau semakin murah kan keuntungannya semakin tinggi, sehingga keuntungan itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan dan pengembangan rumah difabel itu. Kami ke depan akan fasilitasi Toko TPID bagi Difabel,” tuturnya.

Mbak Ita mengakui, selama ini banyak fasilitas di sejumlah kantor yang kurang ramah terhadap difabel.

Saya lihat ada beberapa tempat atau pelayanan di dinas maupun Balai Kota Semarang yang sebagian belum ramah difabel. Namun di 2024 kami berencana untuk merenovasi tempat yang masih banyak tangga, dengan akses difabel yang memudahkan mereka,” imbuhnya.

Harapannya, semua sektor lebih inklusif membantu penyandang disabilitas mandiri. Seperti di antaranya infrastruktur yang ramah dan pemenuhan satu persen tenaga kerja dari unsur disabilitas.

Sementara itu, Founder Roemah Difable Kota Semarang, Noviana Dibyantari berharap agar para penyandang disabilitas lebih memiliki keinginan dalam kemandirian keuangan melalui usaha maupun bekerja.

Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional ini sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan untuk mendukung itu. Seperti pameran lukisan, fesyen, hingga pentas seni yang dilakukan oleh penyandang disabilitas dari berbagai komunitas.

“Ada harapan besar yang muncul bagi penyandang disabilitas di hari Disabilitas Internasional 2023. Yakni soal pemenuhan infrastruktur fasilitas umum yang lebih ramah, pemenuhan satu persen tenaga kerja di perusahaan maupun instansi pemerintah,” kata Novi.

Gayung bersambut, harapan dari pendiri Komunitas Roemah Difabel itu akan diakomodir oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu.

Seperti diketahui, puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Kota Semarang terlaksana atas kerja sama Komunitas Roemah Difabel dan Yakkum (Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum). St

You Might Also Like

Ganjar Kenang KH Hasyim Muzadi saat Sowan ke Ponpes Al-Hikam di Kota Malang
Diakui Dunia, Harus Bangga Pakai Batik
KKN Unissula Solutif Atasi Problematika di Lapangan
Ribuan Warga Palu Bersama Ganjar Doakan Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi
Meski Belum Ditemukan Kasus Superflu di Jateng, Warga Diminta Jaga Imunitas 
TAGGED:Pemkot SemarangPenuhi Hak Penyandang DisabilitasTerus Berupaya Memberikan Ruang untuk Kemandirian Ekonomi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?