DEMAK (Jatengdaily.com)- Dampak rob dan abrasi yang semakin parah mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk di antaranya anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hj Nur Saadah SPdI MH, yang mendorong pemda semakin meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat di samping provinsi. Sebab penanganan rob dan abrasi butuh sinergitas semua instansi terkait di tingkat daerah, provinsi maupun pusat sesuai kewenangan.
Menurut politisi PKB itu, belasan tahun bahkan lebih rob merendam puluhan desa pesisir di empat kecamatan di Kabupaten Demak, mulai dari Sayung, Karangtengah, Bonang hingga Wedung. Berbagai upaya juga telah dilakukannya, mulai dengan pengusulan pembuatan sea belt atau sabuk pantai pemecah gelombang yang telah terealisasi di Sriwulan Sayung.
Lanjut mengkomunikasikannya dengan Dinas PSDA Jateng terkait moratorium atau penghentian sementara pemberian ijin pengambilan air bawah tanah. Terlebih di Sayung terdapat kawasan industri yang belum tersentuh pelayanan PDAM, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka pun membuat sumur dalam.
“Tidak menutup kemungkinan, meski ijinnya satu sumur dalam, namun kenyataannya bisa lebih dari satu titik. Kondisi ini jika dibiarkan, akan menyebabkan penurunan tanah semakin parah. Seperti terjadi beberapa tahun terakhir, tercatat penurunan permukaan tanah antara 10-12 cm per tahun,” terang Mbak Ida, demikian sapaan Nur Saadah.
Selain itu, wakil rakyat Dapil Demak- Kudus -Jepara tersebut juga telah mengkomunikasikan persoalan rob pesisir Demak dengan Kementerian PUPR. Termasuk membacakan surat berisi curahan hati Kepala Desa Morodemak Bonang, tentang warganya yang setiap hari hidup memprihatinkan di tengah kepungan rob. Ada beberapa solusi ditawarkan mulai dari bantuan rumah panggung hingga rusunawa.
“Namun itu semua perlu tindak lanjut juga dari pemerintah daerah, karena pastinya dibutuhkan adanya sharing anggaran atau penyediaan lahan. Sehingga bantuan dapat segera direalisasi,” ujarnya.
Menurut Nur Saadah, tantangan Kabupaten Demak di usia 520 tahun akan semakin berat jika tak bisa atasi persoalan rob. Tapi mesti menunggu berapa tahun lagi hingga Demak harus tenggelam? “Mungkin tidak bisa mengatasi langsung hingga tuntas. Namun setidaknya ada aksi nyata pemerintah sehingga menjadikan rakyat tidak merasa diabaikan,” pungkasnya. rie-she
0



