By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Peternak Diajak Tekan Laju Penularan Penyakit Cacar Sapi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Peternak Diajak Tekan Laju Penularan Penyakit Cacar Sapi

Last updated: 12 Februari 2023 06:44 06:44
Jatengdaily.com
Published: 12 Februari 2023 06:44
Share
Dispertanikap Kabupaten Semarang terus berupaya menekan laju penularan penyakit cacar sapi. Foto: Dispertanikap Kabupaten Semarang
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang terus berupaya menekan laju penularan penyakit cacar sapi, (Lumphy Skin Disease/LSD). Sebab, laju penularan penyakit tersebut masih tergolong tinggi.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dispertanikap Kabupaten Semarang, Yohana Diah Haryuni menyampaikan, pada awal Januari lalu, jumlah kasus positif cacar sapi masih dalam hitungan jari. Namun, di pertengahan Januari, sudah mencapai angka ribuan.

“Kita terus mengedukasi petani untuk menjaga kebersihan kandang untuk mencegah pertumbuhan vektor penular penyakit,” kata Yohana, di sela-sela pencanangan gerakan bersih kandang (Gersindang), di Dusun Penggung, Desa Boto, Bancak.

Yohana menambahkan, pihaknya juga telah melakukan vaksinasi ternak sehat, untuk mencegah penularan LSD tersebut. Sebanyak 1.288 dosis telah disuntikkan kepada ternak di delapan desa, yang berada di lima kecamatan. Yakni, Bancak, Bringin, Getasan, Ungaran Barat, dan Tengaran.

“Langkah ini terkendala minimnya jumlah vaksin dari Kementerian Pertanian, yang masih harus impor,” jelasnya dilansir dari laman humas Prov. Jateng, Minggu (12/2/2023).

Sampai dengan Minggu kedua Februari, lanjut Yohana, tercatat 1.722 kasus suspek LSD. Sebanyak 14 ekor sapi mati dan 58 kondisinya membaik.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Wigati Sunu menjelaskan, Gersindang dilaksanakan di 17 kecamatan, yang ditemukan kasus LSD. Dua kecamatan yang nihil kasus, adalah Sumowono dan Jambu.

Wakil Bupati Semarang, Basari, mengajak para peternak untuk tetap bersemangat, meski ada wabah penyakit menular.

“Penyakit dapat dicegah dengan vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang. Tetap bersemangat beternak, sehingga tidak terjadi penurunan populasi ternak dan pendapatan petani,” tegasnya.

Usai pencanangan, wabup didampingi Kadispertan meninjau kandang sapi milik warga. Wabup juga mempraktikkan penanganan limbah kotoran sapi, menjadi bahan pupuk kandang. she 

You Might Also Like

Jateng Peringkat 16 MTQN 2024, PJ Gubernur Semangati Kafilah jangan Bersedih
PSIS Dukung Operator Tanggung Vaksinasi
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran: Nitrogren Cair Pada Ciki Ngebul Berbahaya
Alga Luncurkan Koleksi Ramah Lingkungan di FHI 2025, Kolaborasi Eksklusif Dengan Wisewool Selandia Baru
Program Keberlanjutan SIG Serap 20 Ribu Tenaga Kerja
TAGGED:Cacar SapiDispertanikap Kabupaten SemarangYohana Diah Haryuni
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?