By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Punya Banyak Kesamaan Seni dan Budaya, Ganjar Gagas Kolaborasi Budaya Jawa-Bali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Punya Banyak Kesamaan Seni dan Budaya, Ganjar Gagas Kolaborasi Budaya Jawa-Bali

Last updated: 16 Juni 2023 22:09 22:09
Jatengdaily.com
Published: 16 Juni 2023 11:02
Share
Ganjar Pranowo dikerubuti warga untuk berswafoto saat berada di Bali, Jumat (16/06). Foto:dok
SHARE

BALI (Jatengdaily.com) – Enam penari Gambyong tampil memukau, Jumat (16/6/2023) sore itu. Diiringi gamelan yang mendayu, mereka menari tarian Jawa klasik yang berasal dari Surakarta. Setelah selesai tampil, disusul penampilan tiga penari Bali yang tak kalah memukau. Mereka menampilkan tarian Taruna Jaya, diiringi gamelan khas Bali yang rancak.

Dua tarian itu menjadi simbol kerjasama budaya Jawa-Bali yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Di hadapan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Ganjar bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster sepakat menjalin kerjasama dua budaya, yang memiliki kesamaan itu.

“Antara Jawa dan Bali memiliki ikatan yang kuat dan memiliki kesamaan tradisi, seni dan budaya. Sebut saja misalnya kenduri, ruwatan, weton, wayang, sinden, gamelan, konsep adab atau sopan santun sampai konsep kepemimpinan,” kata Ganjar di hadapan ribuan tokoh adat Bali di Plaza Hotel Sanur.

Kesamaan itu, menurut Ganjar tak terlepas dari sejarah masa lalu. Dimulai dari era Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8, kemudian berlanjut pada era Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-11.

Pada masa akhir Kerjaan Majapahit, lanjut Ganjar, bahkan terjadi migrasi secara besar-besaran dari Jawa ke Bali, mulai dari bangsawan, pemuka agama, seniman, dan pengrajin. Tak heran, sumber induk sejarah Jawa berada di Kerajaan Bali. Mulai dari Negarakertagama, Sutasoma, Pararaton dan Tantu Pagelaran.

“Menghadapi kemajuan zaman, nilai-nilai kebudayaan tinggi yang dimiliki Jawa dan Bali perlu dikembangkan. Agar peradaban tetap hidup dan lestari. Jangan sampai kebudayaan ini punah,” tegasnya.

Maka dari itu, Ganjar mengatakan penting untuk melakukan kerjasama budaya antara dua daerah ini. Agar kebudayaan bangkit kembali dan memperkokoh budaya Nusantara.

“Kerjasama ini harus diperluas sepanjang zaman. Sebagai wujud bakti kita untuk Indonesia Raya. Bagaimana kita membangun peradaban yang berbhineka, berkepribadian dalam kebudayaan. Sesuai prinsip Trisakti Bung Karno,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster. Koster mengatakan, kerjasama ini membangkitkan kembali hubungaan kesejarahan antara tanah Jawa dan Bali yang berhubungan sejak ribuan tahun lalu.

“Budaya dan tradisi Jawa dan Bali itu mirip. Kita punya kemiripan aksara, kemiripan wayang, seni tari, seni gamelan dan pemahaman serta filosofi hidup juga sama,” ucapnya.

Ia mengatakan, selama ini pertukaran budaya antara Jawa dan Bali sudah berjalan. Namun dengan adanya kerjasama ini, maka akan semakin menguatkan upaya pelestarian dan pengembangan dua budaya. “Kami ingin bekerjasama kembali, agar anak cucu kita tidak kehilangan akar budaya,” pungkasnya. St

You Might Also Like

Binda Jateng Masifkan Capaian Vaksinasi Booster di 32 Titik
Masuk Klaten Wajib Swab Antigen
Satu Anggotanya Positif COVID-19, Gedung DPRD Ditutup Lagi
Kota Semarang Sukses Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional
Kasatreskrim Polres Boyolali Dicopot Kapolda Jateng, Gara-gara Diduga Lecehkan Pelapor
TAGGED:Gagas Kolaborasi BudayaGanjar PranowoJawa BaliPunya Banyak Kesamaan Seni dan Budaya
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?