By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Segera Perbaiki Sistem Pendidikan Kejuruan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Segera Perbaiki Sistem Pendidikan Kejuruan

Jatengdaily.com
Published: 20 Februari 2023 10:11
Share
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Upaya memperbaiki sistem pengajaran di sekolah-sekolah kejuruan harus segera dilakukan agar tujuan untuk mencetak tenaga-tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja bisa sepenuhnya direalisasikan.

“Pola pengajaran di sekolah-sekolah kejuruan harus segera direvitalisasi agar mampu mewujudkan SDM trampil yang siap memasuki dunia kerja,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/2).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Agustus 2022 sebesar 5,86% atau setara dengan 8,42 juta orang dari total angkatan kerja 143,72 juta orang.

Berdasarkan catatan tersebut, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menyumbang paling banyak pengangguran yakni 9,42%, diikuti oleh lulusan SMA sebesar 8,57%, kemudian SMP (5,95%). Selain itu TPT dari jenjang Diploma IV, S1, S2, dan S3 menyumbang 4,80%, Diploma I/II/III menyumbang 4,59%. Sementara TPT yang paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 3,59%.

Menurut Lestari, catatan tersebut memperlihatkan adanya persoalan mendasar pada lulusan SMK yang seharusnya menyiapkan lulusan siap kerja, malah menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar.

Rerie sapaan akrab Lestari berpendapat perlunya sejumlah perbaikan pada kurikulum SMK yang belum mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Pola pengajaran sekolah kejuruan yang mampu membangun link and match terhadap perkembangan industri dan dunia usaha, ujar Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, belum sepenuhnya terbangun lewat kurikulum SMK yang diterapkan saat ini.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, perkembangan yang pesat di dunia usaha dan industri saat ini harus mampu diimbangi lewat pola-pola pengajaran yang lebih adaptif.

Transformasi sistem pendidikan lewat program Merdeka Belajar, ujar Rerie, seharusnya lebih membuka ruang bagi pola pengajaran di SMK agar mampu beradaptasi dengan lebih baik.

Selain itu, Rerie mendorong agar segera dibangun kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, antar-kementerian dan lembaga pendidikan kejuruan agar terjalin komunikasi yang intens terkait kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan di sejumlah sektor.

Dengan kuatnya partisipasi semua pihak itu, Rerie berharap link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha serta industri dapat segera terwujud. St

You Might Also Like

Pertamax Green 95 Disambut Antusias, Konsumsi Harian di Semarang Tembus 4.000 Liter
Cegah Konflik, Menteri ATR/BPN Imbau Masyarakat Pasang Patok Batas Tanah Permanen
Wali Kota Tantang Anak Muda Ciptakan Game Kelas Dunia dari Semarang
Oktober Ditarget Selesai, Komisi D Tinjau Penguatan Tebing Sungai Bremi
Qatar dan Arab Saudi Tuan Rumah Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
TAGGED:Ketua MPR RILestari MoerdijatSegera PerbaikiSistem Pendidikan Kejuruan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?