By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tekan Ongkos Naik Haji, Jemaah Minta Uang Cash Bukan Katering
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tekan Ongkos Naik Haji, Jemaah Minta Uang Cash Bukan Katering

Last updated: 7 Februari 2023 15:36 15:36
Jatengdaily.com
Published: 7 Februari 2023 15:36
Share
Umar Utoyo. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Wacana kenaikan biaya haji menjadi Rp 69 juta dirasa memberatkan calon haji. Masyarakat di tingkat bawah pun menyoroti isu terkait ibadah tahunan ini, termasuk di Jawa Tengah.

H Maskuri, warga Sayung yang sudah beberapa kali menunaikan ibadah haji dan umrah mengatakan, ketimbang menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH) yang memberatkan lebih baik pemerintah mengkaji komponen yang sekiranya bisa ditekan, misalnya biaya katering dia mengusulkan agar diterimakan dalam bentuk uang cash sehingga lebih fleksibel.
‘’Dengan uang cash jemaah bisa memilih menu sesukanya karena sering makanan yang disajikan oleh katering tidak sesuai selera Jemaah,’’ kata tokoh NU Demak itu.

Dia menyebutkan sekali makan di Tanah Suci dengan uang 10 real sudah cukup. Anehnya, info yang berkembang saat ini Kementerian Agama mengusulkan 18.5 real.
Bagi jemaah yang terbiasa puasa Senin-Kamis, lanjut Maskuri, mereka bisa mengirit uang saku untuk makan, padahal kalau ditangani katering pasti sudah diplot anggarannya, yang tentu sangat besar.

Hal senada diungkapkan H Jumari, warga Kalijambe Sragen. Dia mengaku tak setuju jika biaya haji dinaikkan. Apalagi kondisi masyarakat kita termasuk calon jemaah haji baru terpuruk pasca pandemi. ‘’Jangan anggap semua jemaah haji orang kaya. Mereka bisa mendaftar karena menabung, ada yang jual sapi, kerbau bahkan jual tanah,’’ katanya.

Untuk menekan biaya haji, dia juga sependapat uang katering diberikan kepada jemaah secara cash lebih simple. ‘’Kalau lewat katering pasti ditangani rekanan dan orientasinya keuntungan sehingga komponen biaya haji bisa membengkak,’’ tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng dr Umar Utoyo mengatakan dari hasil turun ke bawah, masyarakat Jateng khususnya di pantai utara barat (Brebes-Tegal) juga mengeluhkan wacana kenaikan biaya haji. Dia juga meminta agar komponen biaya haji ditinjau ulang.

Khusus katering misalnya jika diberikan secara cash maka akan menekan biaya. Selain itu jemaah akan lebih nyaman untuk memilih menu sesukanya dan makan sesuai kebutuhan termasuk bisa membawa lauk yang tahan lama dari rumah sesuai selera misalnya sambel, rendang, serundeng dan sebagainya.

Usulan uang sekali makan 18,5 real dinilai terlalu tinggi. ‘’Jangan sampai kegiatan haji untuk mengeruk keuntungan pihak-pihak tertentu,’’ tegas wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Dengan diterimakan cash, kata Umar, bisa menghindari kemungkinan praktek korupsi. ‘’Bayangkan jika sekali makan bisa cukup 10 real kenapa usulan sampai 18,5 real. Sehari makan tiga kali dan sebanyak 200 ribu lebih jemaah, berapa itu keuntungan yang diraup,’’ katanya dengan nada bertanya, dalam rilisnya, Selasa (7/2/2023).

Sebelumnya, pakar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah meminta agar Kemenag meninjau ulang terkait usulan kenaikan ongkos naik haji sebesar Rp 69 juta. Lebih baik Pemerintah mengevaluasi sejumlah komponen yang ditangani oleh rekanan seperti transportasi udara, hotel dan katering. she

You Might Also Like

194 Desa di Pati Berpotensi Alami Kekeringan, 58 Diantaranya Mengkhawatirkan
Penentuan BPIH Lebih Cepat, Persiapan Haji Diharapkan Bisa Maksimal
500 Kapal Nelayan Meriahkan Tradisi Sedekah Laut Larung Sesaji di Tambaklorok Semarang
Startup Gets id Buatan Alumni & Mahasiswa UNDIP Bantu UMKM
Dukung Asta Cita, Semen Gresik Bagikan Ratusan Bibit Buah dan Pupuk Organik kepada Petani SGSP
TAGGED:dprd jatengJemaah Minta Uang Cash Bukan KateringTekan Ongkos Naik HajiUmar Utoyo
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?