By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Teliti Konstruksi Cerucuk Matras Bambu Antar Bambang Widodo Raih Doktor
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Teliti Konstruksi Cerucuk Matras Bambu Antar Bambang Widodo Raih Doktor

Last updated: 29 Januari 2023 06:28 06:28
Jatengdaily.com
Published: 29 Januari 2023 06:28
Share
Bambang Widodo raih Doktor dari Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kurang lebih 10 persen daratan di Indonesia terdiri dari tanah lunak. “Hal itu menjadi problem besar dalam membangun sarana dan prasarana transportasi darat seperti rel kereta api, jalan tol dan jalan pada umumnya. Khususnya saat harus membuat konstruksi badan jalan,” ungkap Bambang Widodo dalam ujian terbuka di Program Doktor Teknik Sipil Unissula Sabtu (28/1/2023). Oleh karenanya salah satu solusinya dengan melakukan rekayasa agar badan jalan tersebut aman dan stabil.

Salah satu rekayasa yang berhasil ia lakukan adalah konstruksi cerucuk matras bambu. Konstruksi cerucuk matras bambu sangat pas sebagai perkuatan tanah dasar yang lunak dengan muka air tanah tinggi untuk memikul beban timbunan.

“Saya telah meneliti dan menguji coba hal itu cukup lama di Tambak Lorok dan Alas Tuo, Kota Semarang,” ujarnya. Adapun tujuan penelitiannya adalah memberikan metode solusi pekerjaan timbunan yang berada di atas tanah lunak dengan menggunakan material utama bambu dengan menganalisis pengaruh tebal matras, pengaruh jarak cluster, dan pengaruh jenis cluster terhadap tinggi timbunan.

“Alasan penggunaan bambu karena tersedia di mana-mana, bambu pada kondisi jenuh tidak lapuk, harga lebih murah. Bambu merupakan material berwawasan lingkungan (green building),” tambahnya.

Metode yang dilakukan adalah melakukan uji tanah. Menyusun model skala penuh dan pengamatan model sesuai tahapan konstruksi. Pengujian kekakuan matras bambu dan cluster cerucuk bambu. Melakukan perhitungan balik (back calculated) berdasarkan hasil pengamatan skala penuh dengan bantuan program bantu Plaxis 2D.

“Cerucuk matras bambu ini bisa sebagai alternatif perkuatan tanah lunak yang ekonomis, berwawasan lingkungan. Kajian detail tentang konstruksi cerucuk matras bambu juga dapat memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan dalam rancang bangun,” pungkasnya.

Dr Bambang Widodo adalah Kaprodi Teknik Sipil Untag Semarang. Ia merupakan lulusan Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula yang ke sepuluh. Lulus dengan IPK 3.8. Adapun para penguji antara lain Ir Rachmat Mudiyono MT PhD, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Dr Ir Antonius MT, Prof Ir S Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Bambang Haryadi MSc dan Dr Ir Rindra Karlinasari MT. she

You Might Also Like

KPU Siapkan Peraturan Protokol Kesehatan dalam Pilkada
Perburuan Trofi Juara Tersulit bagi Manchester City
Menteri PANRB Keluarkan Peraturan Terbaru Pembatasan Mobilitas dan Cuti Bagi ASN
Atlet Jateng Sumbang 116 Medali di ASEAN Para Games Thailand
Polisi Yang Diduga Pelaku Penembakan Siswa SMK 4 Jalani Sidang Kode Etik Hari Ini
TAGGED:Bambang WidodoKonstruksi Cerucuk Matras BambuTeknik Sipil Unissula
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?