in

Tumpeng Songo Dikawal 500 Personel Gabungan TNI, Polri dan Banser

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak HM Afief Mundzir didampingi Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifak dan Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Demak Mas'ud saat pers rilis prosesi Tumpeng Songo menjelang perayaan Grebeg Besar Demak 2023. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Prosesi Tumpeng Songo yang digelar menjelang perayaan Grebeg Besar Demak tahun ini berlangsung istimewa, Rabu (28/6/2023). Selain dihias untaian manggar kelapa asli yang kini mulai langka, iring-iringan gunungan hasil bumi dan tumpeng yang berjumlah sembilan itu dikawal 500 personel gabungan TNI, Polri dan Banser, sebelum dibagikan kepada masyarakat yang ‘ngalap berkah’.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak HM Afief Mundzir selaku Ketua Penyelengggara Tumpeng Songo menyampaikan, iring-iringan Tumpeng Songo merupakan rangkaian perhelatan besar Grebeg Besar Demak yang rutin diadakan sehari sebelum Idul Adha. Tumpeng berjumlah sembilan lengkap dengan lawuh ingkung ayam ini wujud ungkapan syukur Bupati Demak untuk dibagikan masyarakat.

“Maka itu agar Tumpeng Songo lebih berkah dari pendapa diiring ke Masjid Agung Demak untuk didoakan para ulama. Dimulai malam ini, agar tidak tercecer dan mubadzir, tumpeng tidak untuk diperebutkan, namun dibagi-bagikan secara tertib untuk masyarakat yang sebelumnya sudah dibariskan dalam bentuk antrean rapi,” tuturnya.

Oleh para pemuda terbaik dan puluhan santri, sepasang untaian manggar, gunungan hasil bumi dan Tumpeng Songo diusung dari pendapa Kabupaten Demak diiringi lantunan sholawat. Menyusul berjalan di belakangan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah berserta suami, dr H Zacky Maardi. Di samping pula Wabup KH Ali Makhsun, jajaran Forkompimda serta Pj Sekda Umar Surya Suksmana dan Kepala Kantor Kemenag HM Afief Mundzir.

Sesampainya di serambi masjid peninggalan Sultan Fatah dan Walisanga itu, satu tumpeng yang besar diletakkan di tengah bersama dua gunungan. Sementara delapan tumpeng yang lebih kecil dibagi dua, masing-masing di letakkan di serambi sisi kiri dan kanan.

“Mengantisipasi jika Tumpeng Songo yang dibagikan masih kurang sehubungan banyaknya masyarakat yang ‘ngalap berkah’, pihak panitia dibantu Takmir Masjid Agung Demak menyediakan tambahan 2.000 nasi bungkus,” imbuhnya.

Disampikan pula, masyarakat tidak perlu khawatir kurang afdol dan berkah. Sebab meski nasi bungkus juga, tetap berkah karena turut didoakan para kiai dan ulama di serambi Masjid Agung Demak bersamaan prosesi Tumpeng Songo.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifak menambahkan, filosofi Tumpeng Songo adalah karena sejarah berdirinya Kasultanan Demak Bintoro oleh Sultan Fatah didukung para Wali Songo. Sementara untaian manggar menggambarkan perjalanan hidup manusia yang tidak serta-merta, namun ada proses yang harus dilalui. Sebagaimana buah kelapa, yang bermula dari bunga manggar.

“Dengan ngalap berkah Tumpeng Songo yang telah didoakan para kiai dan ulama di Masjid Agung Demak, diharapkan Kabupaten Demak semakin makmur dan sejahtera masyarakatnya,” tandasnya.rie-St

Written by Jatengdaily.com

Semen Gresik Salurkan Hewan Kurban senilai Rp 380 Juta untuk Masyarakat Rembang dan Blora

Satupena Kabupaten Semarang Gelar Ngobrol Asyik Bersama Pipiet Senja