By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Yudi Alfian Mengawali Bisnis dari Ngutang, Kini Usahanya Diburu Kolektor Batik Mancanegara
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Yudi Alfian Mengawali Bisnis dari Ngutang, Kini Usahanya Diburu Kolektor Batik Mancanegara

Last updated: 9 Maret 2023 19:33 19:33
Jatengdaily.com
Published: 9 Maret 2023 19:33
Share
Yudi Alfian sukses menekuni usaha Batik Kebumen. Foto:SB
SHARE

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Pada awalnya Yudi Alfian (40) bekerja bersama mertuanya menekuni usaha batik. Dari ketekunannya belajar membatik hingga mapan secara pengalaman, Yudi kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha secara mandiri.

“Saya harus berani memulai usaha, karena nggak punya modal, saya ngutang. Pokoke modal minus dan nekat,” ujar Yudi usai memaparkan makalah saat mengikuti One Village One Story (yu lucu) di Hotel Grand Kolopaking Kebumen Jawa Tengah.

Dari modal ngutang itulah Yudi memulai usaha baru dengan nama Fawitah yang diambil dari nama istri tercinta yang berarti pawitan atau modal pertama. “Alhamdulillah dari modal boleh ngutang, sedikit demi sedikit mulai maju dan bisa menggaji enam karyawan,” ujar Yudi.

Kini batik Pawitah tidak saja diburu kolektor batik dari dalam negeri tapi juga mancanegara. “Saya dan pengrajin batik di Kebumen membutuhkan campur tangan dari pemerintah pusat, agar usaha kami bisa diekspor ke mancanegara. Dengan begitu kesejahteraan pengrajin batik Kebumen makin sejahtera,” harap Yudi dengan menerawang jauh ke depan.

Upaya memohon campur tangan pemerintah pusat adalah upaya terakhirnya, agar Batik Kebumen bisa bersaing dengan daerah lain. “Pemda Kabupaten Kebumen sudah maksimal, jadi minta bantuan pemerintah pusat adalah upaya terakhir kami,” tegas Yudi.

Hampir setiap daerah memiliki ragam batik yang mempesona dengan filosofinya masing-masing. Mengenai corak batik Kebumen, awal mula berkiblat pada batik Jogja. Seiring perkembangannya, batik Kebumen menemukan corak yang disesuaikan dengan filosofi dan kultur setempat. Sebagian besar bercorak flora, fauna, dan geometri.

Menurut informasi dari Dinas Perindustrian Kabupaten Kebumen, terdapat sekitar 300 motif klasik khas Kebumen. Motif-motif ini terus berkembang dan bervariasi lantaran para pengrajin giat untuk membangkitkan dan mengkolaborasikan batik yang sudah lama tidak diproduksi.

Motif-motif batik yang berkembang antara lain JAGATAN, SIRIKIT,KAWUNG JENGGOT, PRING SEDHAPUR, UKEL CANTEL, GRINGSING, PUGERAN dan tain-lain. Motif jagatan dan srikit harganya cukup tinggi lantaran memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Dari sekian motif yang ada, motif jagatan dan sirikit baca, yang paling banyak dicari. Proses pembuatannya memertukan waktu yang lebih lama daripada batik lainnya. Waktu yang diperlukan mencapai 1-2 bulan.

Hal ini dikarenakan kerumitan dari motif serta proses pewarnaan yang lebih lama. Jika umumnya motif lain hanya dua kali pewarnaan, untuk motif jagatan butuh empat kali proses pewarnaan. Harga untuk motif jagatan dan sirikit lebih mahal. SB-st

You Might Also Like

Mbak Ita Minta DMI Intens Berkoordinasi Memakmurkan Masjid
Workshop Batik Ceria di Totebagku: Mengukir Warna, Menanam Budaya Sejak Dini di Desa Pungsari
Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Tiga Kasus Besar Mangkrak, KPK Digugat Praperadilan MAKI
Takut Terpapar Covid, Tuna Netra Tak Mau Memijat Pemudik
TAGGED:bisnis batik kebumenkolektor batikkolektor batik mancanegaraYudi alfian
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?