By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 2025, Subsidi Listrik Sasar Rumah Tangga Miskin dan Rentan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

2025, Subsidi Listrik Sasar Rumah Tangga Miskin dan Rentan

Last updated: 21 Juni 2024 07:54 07:54
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2024 08:00
Share
Ilustrasi. Foto: setkab
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan bahwa kebijakan subsidi listrik pada 2025 difokuskan untuk tepat sasaran serta mengutamakan rumah tangga miskin dan rentan.

“Kebijakan subsidi listrik tahun 2025, yaitu tepat sasaran, diberikan hanya kepada golongan yang berhak untuk rumah tangga, dan kepada rumah tangga yang miskin dan rentan,” ujar Menteri Arifin, dilansir dari laman humas Polri, Jumat (21/6/2024).

Menurut Menteri Arifin, kebijakan subsidi listrik pada 2025 itu, akan mendorong transisi energi yang lebih efisien dan adil dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, fiskal dan lingkungan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun sudah mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp88,36 triliun untuk 2025.

Ia menuturkan, anggaran yang diusulkan tersebut sudah mengacu pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) 75-85 dolar AS per barel dan kurs Rp15.300 sampai Rp16.000 per dolar AS.

“Dengan asumsi ICP 75-85 dolar AS per barel dan kurs pada kisaran Rp15.300 sampai dengan Rp16.000 per dolar AS, inflasi sebesar 1,5 sampai 3,5 persen sesuai dengan KEM-PPKF (Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal) 2025 tanggal 6 Mei 2024.,” terang Menteri Arifin.

Selain itu, dengan asumsi tidak ada penyesuaian tarif listrik untuk golongan pelanggan subsidi.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengajukan subsidi listrik sebesar Rp83,02 triliun–Rp88,36 triliun untuk RAPBN 2025, lebih tinggi hingga Rp15,12 triliun dari APBN 2024 yang sebesar Rp73,24 triliun.

Angka tersebut diperoleh dengan asumsi kurs rupiah sebesar Rp15.300–Rp16.000 per dolar AS, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 75–85 dolar AS per barel, serta inflasi sebesar 1,5–3,5 persen.

Adapun yang menjadi target pelanggan subsidi yakni sebesar 41,08 juta, dengan penerima subsidi terbesar berasal dari kalangan rumah tangga yang menggunakan daya sebesar 450 VA, yakni sebesar 45,46–45,99 persen dengan perkiraan anggaran Rp38,18 triliun–Rp40,16 triliun.

Lebih lanjut, terdapat penerima subsidi berupa rumah tangga dengan daya sebesar 900 VA dengan anggaran subsidi sebesar Rp15,75–16,68 triliun; bisnis kecil sebesar Rp9,39 triliun–10,18 triliun; industri kecil Rp5,93 triliun–6,51 triliun; pemerintah Rp0,36 triliun–Rp0,39 triliun; sosial Rp12,16 triliun–Rp13,08 triliun; dan lainnya sebesar Rp1,24 triliun–Rp1,34 triliun. she 

You Might Also Like

BNPB Siap Dukung Penuh Atasi Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus
Sebanyak 30 Pesantren Terafiliasi Ajaran Khilafatul Muslimin, Kemenag: Tidak Terdaftar di Kementerian Agama
Cegah Dugaan Adanya Perang Sarung, Polsek Demak Kota Amankan Puluhan Remaja
Tak Ber-IMB, Puluhan Rumah dan Lapak di Kampung Karangjangkang Semarang Disegel Satpol PP
Pupuk Talenta Muda, SIG Fasilitasi Sekolah Sepak Bola U-17
TAGGED:Subsidi Listrik Sasar Rumah Tangga Miskin
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?