in

Andil Sebabkan Banjir, Sampah Turut Dibahas di Musrenbangkab Demak

Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat menyampaikan paparan pada Musrenbang RKPD 2025 dan RPJPD 2025-2045 Kabupaten Demak. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Musibah banjir yang sempat menenggelamkan sebagian Kecamatan Karanganyar dan menggenangi 13 kecamatan lainnya kiranya masih menjadi persoalan hangat dibicarakan.  Ketika sampah ikut andil menjadi penyebab banjir, pengelolaannya pun diarahkan pelaksanaannya sejak ada di rumah tangga dan desa.

Seperti disampaikan Sekda Kabupaten Demak H Akhmad Sugiharto ST MT pada Musrenbang RKPD 2025 dan RPJPD 2025-2024 Kabupaten Demak, Selasa (02/04/2024). Menurutnya, sampah seringkali dirasakan dampak negatifnya setelah ada banjir. 

“Bencana banjir kemarin penyebab salah satunya adalah sampah. Paling banyak sampah pertanian Sampah banyak ditemukan menyumbat di jembatan, hingga  sebabkan banjir lama surut. Mulai dari gedebog pisang, plastik, hingga bantal dan kasur bekas,” ujarnya

Menurut sekda, sampah mestinya bukan lagi tanggungjawab pemerintah daerah. Namun menjadi tanggungjawab bersama, bahkan mestinya sudah habis sejak di desa. 

Artinya, sebelum dibuang ke TPS, sampah organik dan anorganik harus sudah dipilah di rumah tangga. Setelah itu kelola oleh bank sampah lingkungan. Sedangkan untuk sampah organik dikelola desa, dan pengadaan alatnya bisa berkomunikasi dengan produsen alat pengolah sampah di Kebonagung. 

“Saat kunjungan kerja ke Banyumas terkait pengolahan sampah, pihak manajemen menyebutkan alat pengolah sampah milik mereka produksi Demak. Kalau tidak salah dari Desa Kebonsari,” imbuhnya.

Pendapat sama disampaikan Bupati dr Hj Eisti’anah SE pada forum gelaran Bappelitbangda Kabupaten Demak tersebut.  Dikatakan, sampah bertebaran di mana-mana saat banjir. Bahkan ikut menyumbat sehingga turut menjadi kendala saat pemompaan genangan banjir.

Meski Kabupaten Demak telah memiliki Perda tentang Pengelolaan Sampah, namun masalah sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan penegakkan perda. “Harus dimulai dari hulunya, yaitu kesadaran masyarakat. Mulai dari memilah, hingga membuang sampah pada tempatnya,” terang bupati.

Sedangkan mengenai Musrenbang  RKPD 2025 dan RPJPD 2025-2045 Kabupaten Demak, bupati mengingatkan,  agar tidak menganggapnya hanya formalitas. Tapi benar-benar media menghimpun masukan-masukan dari bawah. 

“Musrenbang  membahas dia agenda sekaligus RKPD 2025 dan RPJPD 2025-2045 adalah hal yang tidak ringan. Namun saya optimis dengan bersatu padu, bersinergi dan berkolaborasi bisa percepatan pembangunan bisa terlaksana. Sehingga menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat,” kata bupati, didampingi Kepala Bappelitbangda Kabupaten Demak Masbahatun Niamah. 

Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin BS menuturkan, memperhatikan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah hingga 2023, menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah mengalami perlambatan 5,01 persen. Angka tersebut di bawah capaian 2022 yang tercatat ekonomi tumbuh 5,25 persen. 

“Tren angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Demak memang turun. Namun derajat penurunannya belum menunjukkan angka membanggakan,” ujarnya.

Dengan melibatkan DPRD sejak awal pembahasan RKPD, menurut FBS – demikian sapaan akrabnya, diharapkan terjadi sinergitas antara pemerintah daerah dan kehendak masyarakat yang diserap DPRD melalui reses maupun kunjungan kerja ke daerah pemilihan. Dalam bentuk pokok pikiran yang menjadi salah satu dasar penyusunan RKPD. rie-she

Written by Jatengdaily.com

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Siaga Amankan Jaringan Telekomunikasi Selama Lebaran

Taruna Akpol Bersihkan Sekolah Dasar Pasca Banjir di Demak