in

Dinas Pertanian dan Pangan Demak Edukasi Panitia Qurban dan Ahli Sembelih dan Peternak

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Drh Sri Pudyastuti dibantu petugas Puskeswan Dempet saat memeriksa kondisi gigi kerbau, untuk memastikan kelayakan sebagai hewan qurban. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Menjelang Hari Raya Idul Adha 2024, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui Bidang Peternakan intensif melakukan pengecekan kesehatan hewan qurban di peternakan maupun pedagang atau pengepul hewan qurban. Selain itu juga mengedukasi panitia qurban serta juri sembelih tentang cara memilih hewan qurban yang sesuai syariat Islam, hingga pengelolaan daging qurban yang bagus agar aman konsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak H Agus Herawan SIP MM didampingi Kabid Peternakan Drh Sri Pudyastuti menyampaikan, kegiatan pemantauan kesehatan hewan qurban yang lalulintasnya luar biasa sejak tiga minggu menjelang Idul Adha telah dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat. Khususnya umat muslim yang berniat qurban.

“Pengecekan kesehatan hewan qurban ini sebagai upaya antisipasi dari PMK (penyakit mulut dan kuku) dan LSD (lumpy skin disease). Selain menempatkan petugas kesehatan hewan di setiap pasar hewan untuk melakukan monitoring kesehatan hewan sekaligus memberikan vaksinasi di peternakan ataupun pedagang / pengepul, juga memberikan bantuan desinfektan untuk menjaga kebersihan kandang dari lalat, bakteri dan virus lainnya,” urai Agus Herawan, Selasa (11/06/2024).

Sejauh ini, ketersediaan hewan qurban yang surplus di Kabupaten Demak adalah kambing. Sedangkan yang masih kurang sehingga harus melakukan pengadaan dari daerah lain adalah sapi dan kerbau.

“Terkait pengadaan sapi dan kerbau dari daerah luar Demak, para pedagang selalu diwanti-wanti agar benar-benar memeriksa kondisi fisiknya sebelum membeli. Sebab meskipun telah menghindari daerah endemis, tentunya sangat sulit mendeteksi daerah asal, mengingat tingginya lalulintas transaksi hewan qurban saat ini,” imbuhnya.

Kabar baiknya, sejauh ini tak ditemukan adanya tanda-tanda terjangkitnya PMK dan LSD pada hasil pemantauan penjualan hewan-hewan qurban di Demak. Sementara yang perlu dicermati masyarakat saat membeli, selain sehat dan tidak kurus, hewan qurban yang dibeli harus cukup umur.

“Sehubungan hewan qurban tak ada semacam sertifikat yang menerangkan usia hewan, maka cara mengenali hewan qurban yang cukup umur atau powel adalah dengan melihat gigi bawahnya. Jika sudah ada yang tanggal dan berganti dengan gigi-gigi yang besar itu berarti sudah powel atau layak untuk qurban,” tandasnya. rie-she

 

Written by Jatengdaily.com

Bupati Demak Ajak Masyarakat Jeli Kenali Rokok Bercukai Ilegal

Komunitas Penggerak Literasi di Brebes Ikut Mencerdaskan Anak Bangsa