By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dua Santriwati di Grobogan Hanyut Diterjang Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dua Santriwati di Grobogan Hanyut Diterjang Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal

Last updated: 18 Maret 2024 16:52 16:52
Jatengdaily.com
Published: 18 Maret 2024 16:52
Share
SHARE

GROBOGAN (Jatengdaily.com)- Dua orang santriwati dari pondok pesantren (Ponpes) Manbaul A’laa Purwodadi Grobogan hanyut saat menerjang banjir di jalan desa Karanganyar Purwodadi Grobogan pada Sabtu (16/3/2024) pagi pukul 09.00 WIB lalu. Keduanya akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan sudah dalam keadaan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian. 

Menurut informasi dari Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, identitas keduanya adalah Nurul Fajriyah (19) warga desa Kedungrejo RT. 06/01 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan dan  Shofiatul Lailiyyah (18) asal Celepat tunggak RT.03/05 Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Kedua santriwati tersebut hendak pulang ke desanya saat libur setelah menuntut ilmu di Ponpes Manbaul A’laa Purwodadi. Saat melintasi jembatan kecil dengan berjalan kaki di desa Karanganyar arah desa Kedungrejo yang sedang dilanda banjir, mereka terseret arus yang cukup deras. 

Keduanya sempat diperingatkan warga setempat yang melihat mereka berjalan di jalan desa yang tertutup air tersebut. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh mereka dan tetap berjalan di jalanan desa yang sudah tertutup air setinggi 50 cm hingga 150 cm tersebut.

“Mereka hanyut diterjang arus banjir saat melintasi jembatan desa yang tinggi banjirnya diperkirakan sepinggang kedua korban,” ungkap Budiono.

Atas informasi kejadian itu, Basarnas Semarang mengirimkan satu tim SAR dari Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi SAR bersama tim SAR gabungan lainnya.

Setelah tiga hari pencarian akhirnya pada Senin (18/3/2024) pagi usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil. Korban pertama ditemukan pada pukul 06.30 WIB di area persawahan dan korban kedua pukul 07.30 WIB mengambang di sungai desa.

“Korban pertama yang ditemukan atas nama Shofiyatul Lailiyyah sekitar 500 meter dari LKP dan satu jam kemudian ditemukan lagi korban terakhir atas nama Nurul Fajriyah, ditemukan 1,5 km dari LKP. Keduanya dibawa ke RSUD Raden Soejadti Purwodadi” tambah Budiono kemudian.

“Sehubungan dengan telah ditemukannya kedua korban, operasi SAR ini resmi ditutup. Terimakasi atas kerjasamanya untuk tim SAR gabungan dan untuk masyarakat agar kebih berhati-hati lagi karena musim hujan belum berlalu,” jelas Budiono. She

 

You Might Also Like

Puluhan Orang di Tegal Mengungsi Akibat Banjir
Papera Janji Perjuangkan Perekonomian Pedagang Pasar
PSIS akan Lakoni Dua Tandang dan Jamu Persija
Sejumlah Daerah Mulai Panen Raya, Stok Beras di Jateng Aman
KAI Sediakan Vaksinasi Covid-19 Gratis bagi Penumpang di Sejumlah Stasiun
TAGGED:Dua Santriwati di Grobogan Hanyut Diterjang Banjirsantriwati Meninggal
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?