By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hindari Makanan Gorengan Berlebihan, Ini Resep Mbah Ngatemi Calhaj Jateng Tertua Berusia 99 Tahun
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hindari Makanan Gorengan Berlebihan, Ini Resep Mbah Ngatemi Calhaj Jateng Tertua Berusia 99 Tahun

Last updated: 1 Juni 2024 08:38 08:38
Jatengdaily.com
Published: 1 Juni 2024 08:38
Share
Mbah Ngatemi Alwi (kanan) bersama Tenaga Kesehatan Haji, dr. Laili Handayani. Foto:Kemenag
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Jemaah calon haji berusia 99 tahun, Ngatemi Alwi membagikan resep dapat melaksanakan haji dalam keadaan sehat di usianya yang hampir satu abad. Jemaah haji tertua se-Jawa Tengah tersebut menyebut dirinya masih dalam kondisi sehat dan semangat.

“Tidak ada keluhan. Sehat. Semangat. Ayo,” ujar jemaah asal Kabupaten Jepara tersebut, Jumat (31/5/2024).

Menurut Ngatemi, ia bisa menjaga kesehatan karena suka menginang atau menyirih, makan sayur-sayuran dan ketela pisang, serta tidak mengonsumsi gorengan. “Resepnya suka menginang, tidak makan goreng-gorengan, suka makan sayur, makan ketela pisang,” terangnya saat diwawancara di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Ngatemi juga mengaku, sebelum melaksanakan ibaadah haji, ia rutin melakukan olahraga seperti jalan-jalan dan senam. “Untuk mempersiapkan haji, saya olahraga, jalan-jalan, senam. Saya senang sekali bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini,” kata Ngatemi sambil mengayun-ayun tangan, memeragakan senam.

Ngatemi tergabung dalam rombongan jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) 73 Embarkasi Solo (SOC-73). Ia lahir pada 1 Juli 1925, memiliki dua anak dan lima cucu. Saat ini, ia berangkat haji didampingi putrinya yang bernama Mariyatun.

Mariyatun mengungkapkan, Ngatemi masih bisa beraktivitas sehari-hari dan jarang sakit. “Beliau masih jalan-jalan, tidak pakai kursi roda dan biasa nyapu di rumah. Sakit juga jarang. Beliau itu luar biasa,” kata Mariyatun.

Mariyatun juga mengatakan, ibunya tidak suka makan gorengan. “Beliau tidak makan gorengan. Selalu makan rebus-rebusan,” jelas Mariyatun.

Selain itu, Menurut Mariyatun, Ngatemi memiliki kebiasan menyirih atau menginang. “Sudah sejak muda Ibu suka nginang. Di rumah, nanam sendiri. Ini saja bawa daun sirih untuk dibawa haji,” kata Mariyatun sambil menunjukkan sebungkus plastik berisi daun sirih untuk dibawa selama berhaji.

Mariyatun berharap, semoga ibunya diberikan kelancaran dan kesehatan untuk menunaikan ibadah haji dan pulang menjadi haji yang mabrur. “Ibu tidak pernah absen salat. Tanpa diingatkan, beliau selalu menunaikan salat lima waktu,” tuturnya.

Petugas Tenaga Kesehatan Haji Kloter 73 Embarkasi Solo (SOC), dr. Laili Handayani mengungkap, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa Mbah Ngatemi dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan. “Kalau dari hasil pemeriksaannya, alhamdulillah, Mbah Ngatemi ini dalam kondisi yang sehat saat ini, tidak ada keluhan apapun, gulanya juga normal. Alhamdulillah, beliau istita’ah untuk menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Lebih lanjut, Laili juga mengatakan Mbah Ngatemi diberikan fasilitas kursi roda untuk memudahkan pelaksanaan ibadah haji. “Beliau menggunakan pendampingan dengan kursi roda. Menggunakan alat kursi roda untuk mempermudah pelaksanaan ibadah haji. Juga ada anaknya yang mendampingi beliau pada saat pelaksanaan ibadah,” jelas Laili.

Laili juga mengatakan, untuk jemaah berisiko tinggi (risti) dan lansia, akan rutin dilakukan pemantauan kesehatan. “Misal, dalam pasawat kita akan berikan penanda bahwa dia itu adalah risti atau lansia. Kemudian di hotel juga kita lakukan pemberian tanda di setiap pintu kamarnya bahwa beliau itu adalah risti atau lansia,” terangnya.

“Dan kita juga melakukan visitasi kepada jemaah haji. Kita juga melakukan pos untuk pemeriksaan kesehatan. Jadi bagi jemaah haji yang mengalami keluhan atau ada keluhan, bisa melakukan pemeriksaan ke kami. Atau jika ada teman sekamarnya yang mengetahui keadaan kondisi jemaah lainnya, bisa menyampaikan ke kami sehingga kami bisa melakukan visitasi ke kamar jemaah tersebut,” tutup Laili.

You Might Also Like

Kawal Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Siagakan 2.802 Personel
Polri Petakan Wilayah Sangat Rawan dan Rawan di Pemilu 2024, Jateng Termasuk Diwaspadai
PPIH Jateng Hingga Hari Ini Berangkatkan 39 Kloter Haji
MAN 1 Kota Semarang Dapat Anugerah PWI 2024 Bidang Pendidikan
Sambangi Warga 9 Kelurahan di Gresik, SIG Bagikan 1.900 Paket Sembako
TAGGED:BerlebihanCalhaj Jateng Tertua di Usia 99 TahunHindari Makanan GorenganIni Resep Mbah Ngatemi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?