in , ,

Keseruan Pj Gubernur Jateng Nana Saat Libas Bedu-Abdel di Jateng Pingpong

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana yang berpasangan dengan mantan atlet timnas Yon Mardiono, berhasil melibas pasangan komedian Abdel Achrian dan Bedu Tohar. Foto: Prov. Jateng.

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Kompetisi tenis meja Jateng Sport Tourism Events (Specta) bertajuk Jateng Pingpong 2024, secara resmi dibuka Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Kamis (16/5/2024) malam.

Ada yang menarik dalam kompetisi tenis meja Jateng Sport Tourism Events (Specta) bertajuk Jateng Pingpong 2024 di GOR Jatidiri, Kota Semarang. Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana yang berpasangan dengan mantan atlet timnas Yon Mardiono, berhasil melibas pasangan komedian Abdel Achrian dan Bedu Tohar.

Jalannya laga terlihat seru. Karena, masing-masing tim memberikan perlawanan sengit. Serangan demi serangan digencarkan untuk saling mengalahkan. Meski sengit, namun aksi banyol sesekali dilakukan. Salah satunya, Abdel saat keliru melempar bet-yang harusnya melempar bola. Kontan saja, hal itu membuat penonton tertawa.

Pertandingan pun harus disudahi dengan kemenangan tim Pj Gubernur dengan skor 11-9. Kehebatan tim Pj Gubernur memang telah diprediksi sebelumnya oleh Abdel sebelum pertandingan dimulai. Sebab, kemampuan Nana maupun Yon, tidak perlu diragukan.

“Saya nyerah saja. Lawannya Pj Gubernur,” seloroh Abdel, saat diwawancarai pembawa acara.

Meski demikian, Abdel bersama Bedu siap memberikan perlawanan maksimal agar permainan enak ditonton. Bedu menambahkan, dengan perlawanan terbaik yang dikerahkan, mereka berharap akan mampu membuat event Jateng Pingpong tambah meriah.

“Kita akan berikan perlawanan terbaik. Yang penting Jateng Pingpong makin meriah,” ujar Bedu.

Menurut Abdel, pada Jateng Pingpong 2024 itu, antusias atlet untuk berkompetisi luar biasa. Hal itu tampak dari penuh sesaknya venue oleh para atlet. Tercatat ada 1.140 atlet ambil bagian.

Para atlet tidak hanya dari seluruh daerah di Jateng, tapi juga dari Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga provinsi lain. Termasuk juga ada atlet yang berasal dari negara tetangga yaitu Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Penjabat Gubernur Nana Sudjana menyampaikan, Specta Jateng Pingpong berlangsung 16-19 Mei. Kegiatan diikuti dari berbagai daerah dan mancanegara.

“Pelaksanaan berlangsung meriah. Jateng Pingpong ini merupakan salah satu event dari 14 event Specta yang akan dilakukan setiap bulan. Ini dalam rangka membangkitkan kembali Jateng Sport Tourism, dan UMKM,” ujarnya dilansir dari laman humas prov Jateng.

Nana berharap, gelaran tenis meja bergengsi itu akan menjadi momen mencari bibit potensial untuk kemajuan olahraga Jateng. Khususnya, mempersiapkan diri dalam menghadapi event yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.

“Bisa mencari bibit yang dipersiapkan untuk event yang besar, dan juga sebagai ajang persiapan mengikuti PON mendatang,” imbuh Nana.

“Kegiatan ini diikuti oleh atlet dari berbagai daerah termasuk dari mancanegara. Pesertanya ada 1.140 peserta. Dari Jawa, luar provinsi, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan. Tambah spektakuler lagi diikuti atlet dari Vietnam, Malaysia, dan Filipina,” kata Nana seusai membuka event itu.

Menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Agung Hariyadi, para atlet siap bertanding memperebutkan penghargaan menjadi yang terbaik. Tercatat, ada beberapa nomor yang dipertandingkan, yaitu nomor under 10 (U-10) putra dan putri, U-12 putra dan putri, U-15 putra dan putri, U-18, tunggal umum putra, tunggal umum putri, veteran, dan ganda campuran.

“Dari luar negeri ada Malaysia itu lima peserta, Vietnam ada dua peserta, dan enam peserta dari Filipina,” jelas Agung.

Adapun untuk medali yang diperebutkan ada 12 emas, 12 perak, dan 24 perunggu. Agung juga menyinggung, dari event itu, sekitar 15 hotel di Kota Semarang dipenuhi para peserta. Dan satu hotel di Kabupaten Semarang juga ditempati peserta. she

 

Written by Jatengdaily.com

Epy Kusnandar Telah Ditetapkan Jadi Tersangka, Diduga Alami Depresi dan Dirawat di RSKO

Masih Terdapat Potensi Bencana Susulan Banjir Lahar Gunung Marapi di Sumbar, Masyarakat Diminta Waspada