in ,

Kota Tegal Deflasi 0,44 Persen

Oleh: Harimurti SST

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal

Kota Tegal terletak di pesisir utara Pulau Jawa, Kota Tegal memiliki nuansa yang unik mencerminkan campuran kegiatan ekonomi, budaya, dan sosial. Adanya pasar Tradisional di Kota Tegal pada pagi hari memungkinkan masyarakat  merasakan aktivitas di pasar tradisional yang merupakan pusat perdagangan lokal. Bau rempah-rempah dan makanan segar, serta keceriaan pedagang dan pembeli, menciptakan atmosfer yang hidup.

Berhubungan erat dengan kegiatan Pelabuhan berupa aktivitas nelayan dapat memberikan suasana yang sibuk di sepanjang pantai Kota Tegal, terutama di pagi hari ketika perahu nelayan kembali membawa hasil tangkapan mereka.

Sekarang Kota Tegal mulai merasakan kemacetan dan Hidup seperti kota-kota lainnya, Kota Tegal juga memiliki kepadatan lalu lintas di pusat kota, terutama selama jam sibuk. Suasana hidup dan kemacetan lalu lintas mungkin bisa ditemui, terutama di sekitar jalan-jalan utama dan pusat perbelanjaan.

Adanya warung Makan dan Kuliner menjadikan Kota Tegal dikenal sebagai pusat makanan enak dengan beragam warung makan dan kuliner khasnya. Di sepanjang jalan banyak ditemukan berbagai warung makan yang menyajikan masakan lokal yang lezat seperti nasi ponggol, sate dan glothak.

Sebagai Kota pesisir utara kegiatan budaya di Kota Tegal juga beragam, memiliki kehidupan budaya yang kaya, dengan acara-acara lokal, pertunjukan seni, dan festival yang diadakan secara berkala.

Semakin lengkap Kota Tegal memiliki keindahan alam yang bagus, banyak tempat indah dapat ditemukan, keindahan alam seperti pantai yang indah, area persawahan yang hijau, bangunan-bangunan di sekitar kanan kiri jalan, tempat-tempat ini menawarkan rekreasi dan ketenangan bagi warga setempat dan pengunjung.

Keseluruhan, suasana di Kota Tegal adalah kombinasi dari kegiatan ekonomi, budaya, dan sosial yang menciptakan atmosfer yang hidup dan nyaman.

Pada Bulan Mei 2024 setelah momentum lebaran, Kota Tegal mengalami deflasi 0,44 persen dengan komoditas yang menyebabkan deflasi adalah beras, daging ayam ras, telepon seluler, tomat, angkutan antarkota, cabai rawit, minyak goreng, papaya, tarif kendaraan travel, dan tarif kereta api.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi pada Mei 2024. antara lain, bawang merah. cabai merah. Sigaret Kretek Mesin (SKM), telur ayam ras, sepeda motor, emas perhiasan, tarif jalan tol, bawang putih, upah asisten rumah tangga, daun bawang, dan koi putih/kubis.

Kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi bulan ke bulan (month to month/m-to-m) sebesar 0.35 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m, yaitu: beras sebesar 0.23 persen; daging ayam ras sebesar 0.13 persen: tomat sebesar 0,05 persen; cabai rawit sebesar 0.04 persen. minyak goreng dan pepaya memiliki andil deflasi yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar 0.02 persen: terong, semangka. melon, kangkung. pisang. ikan kembung/ikan banyar, cumi-cumi, buncis. labu siam/jipang. kacang panjang. dan apel juga memiliki andil yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m. yaitu, bawang merah sebesar 0,08 persen; cabai merah sebesar 0.05 persen; Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,04 persen; telur ayam ras sebesar 0.03 persen; bawang putih, daun bawang, kol putih/kubis, dan gula pasir memiliki andil inflasi yang sama yaitu masing- masing sebesar 0,01 persen.

Kelompok-kelompok komoditas lain memberikan sumbangan deflasi yang tidak begitu significant, kelompok pakaian dan alas kaki pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m secara signifikan, kelompok perumahan, Air, Listrik. dan bahan bakar rumah tangga pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m yang signifikan, juga kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m. yaitu, upah asisten rumah tangga sebesar 0,01 persen.

Termasuk kelompok Kesehatan Secara m-to-m kelompok ini pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan inflasi yang signifikan, kelompok transportasi Sementara kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0.06 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m. yaitu, angkutan antar kota sebesar 0.04 persen, tarif kendaraan travel dan tarif kereta api memiliki andil yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar 0.02 persen.  Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m. yaitu, sepeda motor dan tarif jalan tol yang memiliki andil yang relatif sama yaitu masing-masing sebesar sebesar 0.01 persen.

Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan, Sementara kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi m-to-m sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m. yaitu, telepon seluler sebesar 0.05 persen. Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya, Subkelompok layanan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan. Kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0.01 persen.  Sementara kelompok ini pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m yang signikan.

Termasuk kelompok komoditas pendidikan, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran pada Mei 2024 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi m-to-m yang signifikan.

Sedangkan kelompok perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, Kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0.01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m. yaitu emas perhiasan sebesar 0,01 persen.

Besarnya angka deflasi menjadi penahan desakan kenaikan harga di Kota Tegal yang merupakan Kota Ekonomi. Jatengdaily.com-st

Written by Jatengdaily.com

Silaturahmi ke YBWSA, Cagub Sudaryono Ajak Mahasiswa Unissula Tingkatkan Skill

Telkom Gelar Digiland Run 2024