By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mahasiswa Ilkom USM Bantu Sosialisasi Film ‘Ketika Tuhan Berkata’
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Mahasiswa Ilkom USM Bantu Sosialisasi Film ‘Ketika Tuhan Berkata’

Last updated: 17 Desember 2024 19:42 19:42
Jatengdaily.com
Published: 16 Desember 2024 19:37
Share
Sebanyak delapan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) membantu menyosialisasikan Gala Premier Film ''Ketika Tuhan Berkata'' di Gedung Keuangan Negara II Jl Imam Bonjol No 1D, Semarang Utara pada 15 Desember 2024. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak delapan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) membantu menyosialisasikan Gala Premier Film ”Ketika Tuhan Berkata” di Gedung Keuangan Negara II Jl Imam Bonjol No 1D, Semarang Utara pada 15 Desember 2024.

Ke-8 mahasiswa Ilkom tersebut Samuel Henry, Kiki Dian, Khairina Rihadatul Aisy, Salma Atika, Febriana Intan, Defi Fadilah, Aprilia Chrisan, Nur Sukma Melisa.

Film yang menceritakan tentang lima sekawan yang mempunyai latarbelakang berbeda itu merupakan karya kolaborasi Komunitas Sulbi (Sahabat Unik Luar Biasa) dan Komunitas Jejak Penolong.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang, Basuki. Pada kesempatan itu, Basuki memberikan pandangannya tentang pentingnya film ini dalam mempromosikan nilai-nilai inklusi.

Dia menekankan pentingnya film tersebut untuk memperkenalkan konsep inklusi yang sebenarnya kepada masyarakat.

”Kita berharap, promosi terhadap konsep inklusi ini bisa diterima masyarakat dengan tepat. Jangan sampai apa yang sudah kita upayakan tidak dipahami dengan baik, sehingga masyarakat kembali melihat penyandang disabilitas sebagai sebuah beban atau aib yang harus disembunyikan,” ujar Basuki.

Dia mengatakan, penyandang disabilitas memiliki hak yang setara dengan masyarakat lain. Menurutnya, peran media sangat penting, khususnya film, dalam mendukung program inklusi.

”Film ini dapat membuka wawasan masyarakat bahwa penyandang disabilitas juga bisa sekolah di sekolah umum. Ini juga mengingatkan pemerintah agar lebih memperhatikan pentingnya sekolah inklusi. Sampai saat ini, sekolah inklusi masih menjadi prioritas di beberapa tempat saja, padahal aturannya semua sekolah harus inklusi,” jelasnya.

Dia menambahkan, edukasi yang lebih masif dan tepat sasaran sangat diperlukan agar semua pihak, termasuk sekolah, benar-benar memahami dan mengaplikasikan konsep inklusi sesuai aturan.

Pihaknya mengapresiasi atas regulasi yang telah diterapkan di Kota Semarang untuk mendukung inklusi sosial.

”Kalau Semarang, kita anggap sebagai sebuah kota yang top. Regulasi sudah ada, mulai dari perda, peraturan wali kota, hingga peraturan kepala dinas terkait sekolah inklusi. Tinggal bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dia menjelaskan, film “Ketika Tuhan Berkata” menjadi salah satu upaya untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial.

Dia berharap, film tersebut dapat mengubah stigma negatif yang masih melekat di masyarakat dan mendorong pemerintah untuk terus memperkuat komitmennya terhadap program inklusi.

”Acara gala premier ini menjadi bukti bahwa seni dan media dapat menjadi alat edukasi yang efektif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil,” ungkapnya. St

You Might Also Like

Untag Lepas Pertukaran Mahasiswa dari Luar Jawa
Kembangkan Budidaya Produktif Berkelanjutan, MF-Kedaireka FSM Undip dan BBPBAP Jepara Lakukan Kerjasama
Sinto Adi Prasetyorini Raih Doktor Usai Temukan Formulasi Pengaturan Pendirian LBH
Tim PkM USM Beri Pelatihan Pajak Penghasilan ke UMKM Tambakrejo
Teliti Bendung Pengendali Banjir, M Yunus Raih Doktor
TAGGED:Bantu Sosialisasi Film ''Ketika Tuhan Berkata''Mahasiswa Ilkom USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?