
KENDAL (Jatengdaily.com)- Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat di daerah dan tempat tertentu. Melalui KKN, mahasiswa melakukan kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 98. Sebanyak 12 mahasiswa KKN dalam Kelompok 98 UPGRIS ini, melakukan sosialisasi sikat gigi pada anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) Kumala Bhayangkari 35 Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, dan telah dilakukan pada Sabtu (24/2/2024).
Ketua KKN UPGRIS Kelompok 98, Muhammad Safriyan Fadholi mengatakan, sosialisasi cara sikat gigi yang benar sangat dibutuhkan oleh anak-anak sejak dini. Adapun tujuan pelaksanaan sosialisasi ini yaitu memberikan pemahaman kepada anak-anak TK akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga terhindar dari berbagai penyakit.
Sosialisasi ini dibuka dengan mensosialisasikan tentang gigi yang sehat, bebas dari kuman, serta pentingnya menyikat gigi pada pagi dan malam, serta setelah makan. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan gigi yang sehat pada anak usia dini,” ungkap Muhammad Safriyan Fadholi, Kamis (29/2/2024).
Fadholi juga mengatakan ada beberapa hal yang diajarkan oleh mahasiswa kepada anak-anak TK, yaitu seperti apa itu gigi yang sehat, apa pentingnya menyikat gigi, jadwal menyikat gigi dan bagaimana cara menyikat gigi yang benar.
Ia berharap Dengan diadakannya sosialisasi ini, anak-anak TK Bhayangkari 35 Boja, Kendal dapat mempraktekannya cara menggosok gigi yang baik dan benar. Selain itu, anak-anak TK juga diajak untuk mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat mau makan, setelah main, dan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Harapannya dengan sosialisasi ini anak-anak TK Kumala Bhayangkari 35 Boja rajin menggosok gigi sejak dini, juga cuci tangan. Dengan menggosok gigi yang benar dan tepat, maka anak-anak terhindar dari penyakit gigi. Sehingga mereka tetap senang dan sehat. Sebab, jika gigi sakit seperti berlubang misalnya, maka anak-anak akan malas makan, malas belajar dan malas sekolah. Ini yang kami juga sosialisasikan ke anak-anak. Mereka menyambut senang dan antusias kegiatan yang kami gelar,” jelasnya. she
0



