By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Museum Desa dan Galeri Seni Destinasi Wisata Edukasi Baru di Borobudur
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Museum Desa dan Galeri Seni Destinasi Wisata Edukasi Baru di Borobudur

Last updated: 27 Desember 2024 17:22 17:22
Jatengdaily.com
Published: 27 Desember 2024 18:15
Share
Museum Desa dan Galeri Seni destinasi wisata edukasi di Borobudur. Foto: humas Kab. Magelang
SHARE

MUNGKID (Jatengdaily.com)– Destinasi wisata baru hadir di wilayah Candi Borobudur, yakni Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, tepatnya di Desa Karangrejo Kabupaten Magelang. Menariknya, destinasi tersebut menawarkan edukasi sejarah kehidupan masyarakat pedusunan masa lampau, dalam konsep kekinian.

Pembukaan Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, Kamis (26/12/2024) diawali dengan pertunjukan teatrikal barong kuda lumping oleh sejumlah seniman, dilanjutkan aksi melukis mural pada mobil.

Pengelola Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, Umar Chusaini mengatakan, Museum Desa itu menjadi salah satu destinasi baru, yang akan memberikan edukasi kepada wisatawan dan generasi muda.

Isi dari Museum Desa menggambarkan kehidupan masa lalu, peninggalan nenek moyang sebelum Indonesia merdeka, seperti bentuk rumah petani Jawa, joglo limasan, berbagai peralatan pertanian, perabot rumah tangga, pusaka, kitab kuno dan lainnya.

“Apa yang ada di desa, terutama Karangrejo, juga ditampilkan di museum ini. Rumah petani, rumah masyarakat biasa itu bisa dilihat langsung di Museum Desa ini,” kata Umar dilansir dari laman humas prov jateng.

Dijelaskan, selain menampilkan ribuan koleksi benda benda kuno yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Borobudur dan sekitarnya, Museum Desa juga memajang berbagai karya seni hasil karya para seniman saat ini.

Semua karya seni itu, menurut Umar, merupakan suatu kebanggaan dari kreativitas dan imajinasi seniman di sekitar Candi Borobudur, seperti patung Budha terkecil, keris terkecil, patung, dan berbagai lukisan kanvas.

“Ada benda-benda seni yang lain, dari seniman yang tinggal di Borobudur dan sekitarnya,” ucapnya.

Umar menceritakan, semua yang dipamerkan merupakan koleksi pribadi dari proses panjang selama puluhan tahun. Sedangkan koleksi paling tua yang dipamerkan sementara ini, adalah buku tulisan tangan beraksara Jawa kuno yang diperkirakan ada sejak abad ke-17 dari daerah Temanggung.

“Kemudian muncul ide untuk membuat museum desa ini, karena sangat dibutuhkan untuk generasi yang akan datang,” jelas Umar.

Karena semua benda yang dipajang berusia tua dan butuh biaya perawatan, maka pihak pengelola Museum Desa berencana menerapkan tiket masuk yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp20.000/orang.

Pengunjung akan dimanjakan dengan nostalgia dan pengetahuan berbagai sejarah leluhur, dari dusun-dusun yang kini sulit didapatkan. she

You Might Also Like

Senator Abdul Kholik Usulkan Jateng Selatan Miliki BBWS Tersendiri
Dekan Fikom Unissula Berbagi Tips Kunci Sukses Komunikasi Pejabat dengan Masyarakat
Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Tegal dari lisan Sampai Kerja Sosial
BPJAMSOSTEK Jamin Pekerja Work From Home Imbas Pandemik Covid-19
Unissula Juara Tenis PTS se-Kota Semarang
TAGGED:Galeri Seni BorobudurMuseum Desa
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?