By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rekonstruksi Kematian Gamma, Aipda Robig Jelas Lakukan Tindakan Berlebihan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rekonstruksi Kematian Gamma, Aipda Robig Jelas Lakukan Tindakan Berlebihan

Last updated: 31 Desember 2024 07:04 07:04
Jatengdaily.com
Published: 31 Desember 2024 05:20
Share
Rekonstruksi kematian Gamma, Aipda Robig dihadirkan. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tindakan Robig Zainudin yang melakukan penembakan terhadap siswa SMKN 4 Semarang yang melintasi jalan Candi Penataran Kalipancur Manyaran Semarang, terbukti sebagai tindakan keliru. Polda Jawa Tengah menegaskan ulah Robig yang menembak GRO hingga meninggal adalah tindakan yang berlebihan.

“Dia melakukan attraction action tindakan yang berlebihan. Keliru, keliru. Karena itu putusannya PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Senin (30/12).

Seperti diketahui, tersangka Aipda Robig Zainuddin menjalani rekonstruksi kejadian atas penembakan yang dilakukan pada Gamma Rizkynata Oktavandy (GRO), siswa SMKN 4 Kota Semarang yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian penembakan sendiri terjadi di Semarang pada 24 November 2024 yang juga menyebabkan dua siswa SMK lain mengalami luka tembak.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dalam rekonstruksi itu menyebut bahwa melepaskan tembakan peringatan sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan oleh seorang polisi yang membawa senjata api. Namun, pihaknya memastikan saat kejadian, Robig sudah berlebihan karena menembak langsung ke arah korban.

“Kalau tembakan peringatan wajar dilakukan anggota kepolisian yang membawa senjata api. Kalau tembakan peringatan boleh. Tapi dia melakukan attraction action menembak ke yang bersangkutan langsung. Yang seharusnya tidak dilakukan dengan menembak yang bersangkutan,” ungkapnya.

Pihaknya menuturkan Robig memang sudah terbukti melakukan tindakan berlebihan. Yang melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.

“Karena kalau yang bersangkutan jiwanya terancam baru dia boleh melakukan upaya melindungi dirinya orang lain dan lebih luas. Tapi saat kejadian dia tidak terancam jiwanya. Karena tidak membahayakan Aipda R, seharusnya tidak perlu ditembakkan ke anak-anak tersebut. Walaupun anak-anak itu dikira begal. Ini koreksi bagi yang bersangkutan,” tegasnya.

Sementara dalam rekonstruksi yang diperlihatkan kepada publik, pihaknya menyampaikan ada empat kali tembakan yang dilakukan Robig.

Tembakan pertama yang dilakukan Robig adalah tembakan peringatan. Lalu tembakan kedua, ketiga dan keempat merupakan letupan tembakan yang diarahkan ke sepeda motor korban.

“Ada empat kali tembakan. Tembakan peringatan ke satu dan tiga tembakan mengarah ke sepeda motor,” paparnya.

Rekonstruksi yang diadakan katanya juga menjadi bagian pelengkap BAP kasus penembakan yang sudah diserahkan kepada kejaksaan. Jaksa yang menangani perkara ini kemudian meminta dilakukan rekaman ulang adegan atau rekonstruksi.

Oleh sebab itulah, jaksa saat rekonstruksi hari ini langsung hadir melihat bersama orang tua korban, para saksi dan kedua belah kuasa hukum.

“Berkasnya sudah di kejaksaan. Sedang dilakukan penelitian jaksa. Jaksa minta dilakukan rekonstruksi. Ini salah satu kegiatan rekonstruksi. Maka jaksa hadir, orang tua hadir, saksi hadir, pengacara hadir. Semua bisa lihat rekonstruksinya,” kata Artanto. adri-she

You Might Also Like

Jokowi Umumkan Dua WNI Terpapar Corona, Saat ini Dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso
Usai Launching, PSIS Kandaskan Arema FC 2-0
Lepas Wisudawan, STIE Semarang Cetak Lulusan yang Berkompeten
Satukan Langkah Perawat, DPW PPNI Jateng Evaluasi Proker 2025, Mantapkan Arah 2026
Presiden Tinjau Harga Komoditas Pangan
TAGGED:Aipda RobigRekonstruksi Kematian Gamma
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?