By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Urgensi Penerapan KRIS, Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Belum Dihapus
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Urgensi Penerapan KRIS, Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Belum Dihapus

Jatengdaily.com
Published: 17 Mei 2024 07:00
Share
Ilustrasi. Pelayanan kesehatan di rumah sakit. Foto: kemenkes
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril mengatakan, pemerintah belum berencana menghapus kebijakan kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan.

Tetapi yang urgensi adalah akan memberlakukan penerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di rumah sakit-rumah sakt yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2025 dan paling lambat 30 Juni 2025.

Ketentuan ini menyusul penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024. Peraturan itu tentang penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

“Perpres ingin bertujuan menjamin masyarakat yang memakai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat perlakuan sama dan baik bagi semua peserta BPJS Kesehatan. Maka diterbitkanlah KRIS yang mengatur sarana prasarana ruang rawat inap tersebut,” kata Mohammad Syahril, dilansir dari laman tribratanews, Jumat (17/5/2024).

Dikatakan, jika saat ini sebagian besar Rumah Sakit (RS) di Indonesia memang sudah menerapkan kriteria layanan KRIS sejak satu sampai dua tahun ini. Adapun syarat terpenuhinya layanan KRIS adalah memiliki 12 komponen atau kriteria.

Pada tahun 2023 pemerintah menargetkan 1.216 rumah sakit untuk transisi menjadi layanan KRIS. Namun, dari target tersebut baru ada 995 unit rumah sakit yang terealisasi.

Selanjutnya pada tahun 2024 pemerintah menargetkan lagi 2.432 rumah sakit untuk menerapkan layanan KRIS. Sampai April 2024 yang terealisasi baru 1.053 unit.

“Pemerintah menargetkan sebanyak 3.057 rumah sakit dapat melalui transisi KRIS sampai dengan Juni 2025. Oleh karena itu diperlukan kerja sama semua pihak agar target 2.004 rumah sakit yang belum memenuhi kriteria KRIS dapat memenuhinya,” ujarnya. she 

 

You Might Also Like

Pjs. Bupati Bantul Menandatangani Perjanjian Kerja sama dan Pengiriman Perdana RDF ke Pabrik Solusi Bangun Indonesia di Cilacap
Lomba Baca Kitab Kuning, Jaga Tradisi Santri saat Pandemi
Lewat PFBangkit, Pertamina Foundation Bantu Korban Gempa Sulbar
Sambut Ramadan, Santri Life Skill Keliling Kampung Bagikan Jadwal Imsakiyah
Berkunjung ke Jateng, Wapres Optimistis Akhir Tahun Jateng Mampu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem
TAGGED:23 BPJS Kesehatan Belum DihapusKelas 1Penerapan KRIS
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?