By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dosen Fakultas Psikologi UGM Presentasikan Penelitian di Konferensi Internasional WADEM 2025 di Tokyo
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Dosen Fakultas Psikologi UGM Presentasikan Penelitian di Konferensi Internasional WADEM 2025 di Tokyo

Last updated: 5 Mei 2025 13:45 13:45
Jatengdaily.com
Published: 5 Mei 2025 13:45
Share
Yuli Arinta Dewi. Foto: dok
SHARE

YOGYA (Jatengdaily.com)- Yuli Arinta Dewi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus kandidat doktor di Program Doktoral Ilmu Psikologi UGM, menjadi salah satu presenter dalam The 23rd World Congress on Disaster and Emergency Medicine (WADEM) 2025 yang berlangsung pada 2–6 Mei 2025 di Tokyo, Jepang.

Dalam ajang internasional ini, Yuli mempresentasikan hasil studi berjudul “Intervention for Enhancing Disaster Responder Resilience in Southeast Asia: A Scoping Review” yang merupakan bagian dari disertasinya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai karakteristik intervensi yang telah dikembangkan untuk memperkuat ketahanan psikologis para penolong bencana di negara-negara Asia Tenggara, sekaligus memetakan kesenjangan dan keterbatasan dalam studi-studi sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan secara kolaboratif bersama Mohammad Masrikhan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Koentjoro Soeparno dan Pradyvtia Putri Pertiwi (UGM), serta Mizan Bustanul Fuady (University of Queensland), menunjukkan bahwa intervensi yang ada masih didominasi oleh pendekatan individual seperti pelatihan mindfulness dan coping religius, serta intervensi sosial dan organisasi seperti dukungan sebaya dan pelatihan berbasis institusi.

Namun, sebagian besar intervensi tersebut berasal dari model Barat dan belum cukup disesuaikan dengan konteks budaya Asia Tenggara. Selain itu, penelitian jangka panjang dan strategi berbasis komunitas lokal masih sangat minim, sehingga dibutuhkan pengembangan pendekatan yang berkelanjutan dan kontekstual untuk meningkatkan efektivitas intervensi.

WADEM 2025 menjadi salah satu konferensi terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan lebih dari 950 peserta dari 70 negara, dan dibuka secara resmi oleh Putri Mahkota Jepang, Aiko-sama.

Keikutsertaan Yuli dalam forum prestisius ini tidak hanya memperkuat kehadiran akademisi Indonesia di panggung internasional, tetapi juga membuka ruang penting bagi kontribusi ilmiah dalam penguatan ketahanan penolong bencana berbasis kultural. “Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat di Asia Tenggara,” ujar Yuli. she

You Might Also Like

Himatekpal dan Protoboat TRKP Sekolah Vokasi Undip Gelar Diponegoro Ship and Race Competition
Prodi Doktor Sejarah FIB Undip Jadi Rujukan Studi Sejarah dan Budaya Maritim Nasional
Hasil Penelitian Tim Dosen USM tentang Teknologi Bus Prioritas Berbasis RFID Siap Diterapkan di Simpang Sam Poo Kong Semarang
Peringati Hari Antinarkoba Internasional, UKM Pilus USM Gelar Webinar
Unissula Perluas Kerjasama Internasional dengan Jepang
TAGGED:Konferensi Internasional WADEM 2025 TokyoUGM YogyakartaYuli Arinta Dewi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?