Habib Nauval Al-Mutahar Ingatkan Keberkahan Waktu dalam Ceramah di Masjid Baitussalam

3 Min Read
Para pengurus Takmir Masjid Baitussalam Ngaliyan Semarang dan tokoh masyarakat setempat berfoto bersama dengan Habib Nauval.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Udara malam di Jalan Taman Karonsih, Ngaliyan, Kamis (9/10/2025), terasa begitu syahdu ketika lantunan shalawat menggema dari Masjid Baitussalam.

Puluhan jamaah tampak khusyuk menyimak ceramah ulama muda kharismatik, Habib Nauval bin Idrus Al-Mutahar, yang malam itu menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai dan memanfaatkan waktu.

“Dalam Islam, waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Beruntunglah mereka yang menjaganya,” ujar Habib Nauval membuka tausiah.

Para pengurus Takmir Masjid Baitussalam Ngaliyan Semarang dan tokoh masyarakat setempat berfoto bersama dengan Habib Nauval.Foto:dok

Dengan suara lembut namun tegas, ia mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan siang dan malam bukan tanpa tujuan, melainkan penuh rahasia dan keutamaan besar.

Menurutnya, saking berharganya waktu, Allah sampai bersumpah atas nama waktu dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Ia mencontohkan, “Demi masa” (QS. Al-‘Ashr: 1), “Demi waktu fajar” (QS. Al-Fajr: 1), “Demi waktu Dhuha” (QS. Adh-Dhuha: 1), dan “Demi malam apabila menutupi siang” (QS. Al-Lail: 1).

“Allah bersumpah atas nama waktu tentu bukan tanpa sebab. Itu isyarat agar manusia tidak menyia-nyiakan nikmat waktu dalam sehari semalam,” tegas Habib Nauval.

Dalam ceramah yang berlangsung hangat dan menyentuh hati itu, Habib Nauval menjelaskan empat waktu paling berharga dalam sehari semalam yang patut dijaga oleh setiap Muslim. Yakni sesaat sebelum Maghrib, antara Maghrib dan Isya, sebelum Subuh (waktu sahur), serta setelah Subuh hingga terbit matahari.

“Barang siapa menjaga empat waktu itu, insyaallah hidupnya akan dipenuhi keberuntungan dan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga mengutip pesan dari Habib Umar, “Wahai anak Adam, berilah Aku sesaat dari waktu Subuhmu dan menjelang Maghrib, maka Aku cukupi di antara keduanya.” Menurutnya, menjaga waktu berarti menjaga umur agar penuh keberkahan dan tidak berlalu sia-sia.

Ketua Takmir Masjid Baitussalam, Gendro Susilo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Habib Nauval yang telah memberikan pencerahan bagi jamaah.

“Kami berterima kasih kepada Habib Nauval bin Idrus Al-Mutahar yang berkenan memberikan tausiah yang sangat bermanfaat. Semoga membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Suasana religius semakin terasa ketika Kelompok Hadrah Padang Mbulan pimpinan Mohammad Agung Ridlo melantunkan shalawat dengan penuh kekhidmatan, menambah semarak dan kesejukan malam itu.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua RW IV Ngaliyan Gunoto Saparie, para tokoh agama dan masyarakat seperti M. Saefullah, Sunaryo, Masono, Sulistyo, Sulisdiyono, serta sejumlah tokoh lainnya.

Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan itu ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan waktu dan umur kepada seluruh jamaah.

Malam pun beranjak tenang—meninggalkan pesan mendalam dari seorang ulama muda: waktu adalah anugerah, dan siapa yang menjaganya, dialah yang benar-benar hidup dalam keberkahan.St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.