SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sayembara kaos senilai Rp30juta, benar-benar bukan hoaks. Owner Marifood, Harjanto Halim menyerahkan hadiah tersebut pada momentum halal bihalal keluarga besar Marimas, Sabtu 12 April 2025.
Halal bihalal yang juga memperingati HUT ke-30 Marimas tersebut dihadiri seluruh karyawan yang bekerja sejak tahun 1995, saat Marimas berdiri. Untuk menyemarakkan suasana, manajemen menghadirkan kiai Duri Ashary, kiai kondang yang tausiyahnya selalu mengundang gelak tawa para tamu undangan.
Momentum halal bihalal bertema merajut kembali berbagi rasa merajut makna diikuti oleh para karyawan dan alumni karyawan yang bekerja mulai tahun 1995, baik secara luring melalui akun tiktok dan datang langsung di aula kantor Marimas.
Harjanto Halim menghadirkan penemu kaos sayembara tahun 1995, Pak Koiri dari Semarang dan Pak Damiri dari Pekalongan. Damiri adalah orang tua dari Koiri, pada saat mendapatkan kaos di kawasan Jalan Mh Thmarin Semarang, saat itu Koiri baru berusia enam tahun.
Kaos yang ia dapatkan dari PT Marimas waktu itu dipakaikan kepada Koiri, anaknya yang waktu itu masih kecil. Kebetulan kaos tersebut masih disimpan oleh Koiri, yang sehari hari kini menjadi tukang becak di kawasan MH Thamrin Semarang.

“Saya dapat info kaos sayembara senilai Rp 30 juta dari akun tiktok saat makan saur pada Ramadan 1446 H, ” ujar Koiri.
Koiri dan Damiri merasa terharu, karena kaos yang sudah menjadi gombal ternyata mendatangkan rezeki Rp30 juta. “Uang Rp 30 juta akan saya bagi berdua, dan akan saya berikan kepada istri saya, ” ujar Koiri saat menerima hadiah Rp 30 juta.
Selain menyerahkan hadiah sayembara kaos Rp 30 juta, Harjanto Halim juga memberikan apresiasi kepada sejumlah karyawan yang bekerja sejak tahun 1995 senilai Rp 30 juta untuk dibagi-bagi bersama. Pada momentum ultah ke-30 kali ini, Marimas juga memberikan hadiah umroh bagi tiga pemenang.
Sebelumnya kabar penemuan kaos ini dibagikan langsung oleh pemilik pabrik Marimas, Harjanto Halim melalui akun Tiktoknya @harjantohalim pada Selasa (18/3/2025).
Dalam unggahan itu, Harjanto mengatakan jika ada orang mengirim pesan padanya dan mengatakan memiliki kaos Marimas 1995. Namun Harjanto Halim tak mau menyebut identitas pemilik kaos itu karena takut diserbu banyak orang.
“Sudah nemu kaosnya?” tanya tim Harjanto Halim. “Iya, itu Mas K. Saya nggak nyebut komplit, nanti kalau nggak dia diburu-buru orang. Dia bilang ada tulisan di bawah logonya. Lha tulisannya itu betul, sekarang aku ingat memang betul. Jadi memang kaos itu,” ucap Harjanto.
“Pak dulu saya pernah punya tulisan di belakangnya..tulisan Marimas besar bawah nya (sensor) pak,” tulis sosok berinisial Mas K itu.
Harjanto semakin yakin kaos itu betul karena Mas K dapat kaos itu dari ayahnya yang merupakan tukang becak. “Itu katanya dari bapaknya, dulu tukang becak di Semarang. Bener loh dulu saya banyak kasih ke tukang-tukang bcak di Semarang juga.”
“Karena tukang becak itu kan kalau genjot belakangnya kelihatan punggungnya, jadi kayak reklame berjalan, dan tak kasih tulisan di bawah logo Marimas. Jadi kemungkinan Mas K punya betul. Satu tulisannya betul di bawah logo, kaos itu didapatnya dari bapaknya, bernama Damiri” ujar Harjanto Halim. St
0



