By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Musim Hujan Waspadai Leptospirosis, Lima Orang Meninggal Dunia di Demak
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Musim Hujan Waspadai Leptospirosis, Lima Orang Meninggal Dunia di Demak

Last updated: 2 Januari 2025 09:10 09:10
Jatengdaily.com
Published: 2 Januari 2025 09:10
Share
Leptospirosis salah satunya disebabkan dari air kencing tikus. Foto: pixabay.com
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)- Kasus leptospirosis di Kabupaten Demak tahun 2024  ada 65 kasus dan tercatat lima orang meninggal dunia.

Dengan demikian kasus leptospirosis mengalami kenaikan kasus meskipun jumlah korban meninggal turun. Data tahun 2022 jumlah penderita 42 orang meninggal 13 orang. Sedangkan data tahun 2023 kemarin, jumlah penderita sebanyak 53 orang, meninggal 6 orang.

Dilansir dari laman resmi demakkab.go.id, Kamis (2/1/2025), di Kabupaten Demak merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki kasus leptospirosis yang disertai dengan angka kematian, hampir setiap tahunnya di 12 Kecamatan.

Penularan penyakit tersebut ke manusia dari hewan di diketahui akibat kontak dengan tanah dan air (air buangan kamar mandi, air sungai dan air tanah) yang telah tercemar bakteri leptospirosis dari kencing tikus.

Kepala bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2KB) Dinkes Demak Hery Winarno mengatakan, di tahun 2024 5 orang meninggal dari wilayah Puskesmas Bonang 1 (1 orang), wilayah Puskesmas Mranggen 1 (1 orang), wilayah Puskesmas Wonosalam 2 (1 orang) dan wilayah Puskesmas Karangawen 2 (2 orang).

”Di tahun 2024 ini ada 65 kasus leptospirosis dengan 5 orang meninggal dunia dari wilayah Puskesmas Bonang 1 (1 orang), wilayah Puskesmas Mranggen 1 (1 orang), wilayah Puskesmas Wonosalam 2 (1 orang) dan wilayah Puskesmas Karangawen 2 (2 orang), Selasa (31/12/24) saat dihubungi melalui pesan singkat.

Ditambahkan Heri, leptospirosis merupakan salah satu zoonosis yang ditularkan melalui kencing tikus yang erat hubungannya dengan sanitasi lingkungan masyarakat. she 

 

You Might Also Like

Buruh Bangun Tenda Keprihatinan Gara-gara Tak Dilibatkan Rakor Upah
Kapolres Demak Gandeng Wartawan Tangkal Hoaks
Atasi Dampak Corona, Jateng Siapkan Rp 1,4 Triliun
Semangat Tanpa Batas, Telkom Regional IV Bersinergi Bantu Warga Terdampak Pandemi
Bu Tejo vs Preman Pasar, Netizen: The Power of Emak-emak, Mewakili Suara Masyarakat
TAGGED:Dinkes DemakWaspadai Leptospirosis
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?