Oleh: Harimurti, SST, MM
Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal
PROGRAM MBG (Makan Bergizi Gratis) merupakan janji Prabowo pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 untuk Masyarakat Indonesia. Pada Tahun 2025 Presiden Prabowo Subianto mewujudkan janji MBG menjadi program Nasional. Program MBG adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045.
Program ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam pelaksanaannya, MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.
Kegiatan program MBG masuk pada Asta Cita, yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender, dengan misi menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap teknologi. Pemerintah juga mendorong kesetaraan gender dengan meningkatkan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai sektor pembangunan.
Ada beberapa kalangan bahkan para Elit yg memandang bahwa Konsep makan bergizi gratis bagi anak sekolah adalah program pencitraan dan hanya menjangkau beberapa kalangan saja yaitu orang yang tidak mampu atau kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pangan yg jumlahnya tidak terlalu banyak, lalu bagaimana dengan orang yg sudah berkecukupan, pasti program ini dianggap sia-sia dan tidak menyentuh substansi permasalahan.
Sepintas program ini dinilai biasa tapi sebenarnya ini adalah program strategis yang menyangkut pondasi pertahanan negara guna menghadapi perang saat ini yaitu perang perebutan sumber daya. Dengan memanasnya kondisi konflik berbagai negara yang mengarah pada konflik yang bersifat global yaitu perang dunia ketiga, maka pemangku kepentingan dapat beralih ke peran yang lebih strategis yaitu manajemen logistik wilayah.
Berkaca pada pengalaman negara negara terdahulu yang pernah mengalami perang atau bahkan kondisi saat ini seperti kekurangan bahan makanan, mencerminkan bahwa kondisi logistik merupakan hal yang penting dan utama di samping kebutuhan akan persenjataan.
Tujuan Makan Bergizi Gratis, secara umum meningkatkan asupan gizi masyarakat dan mengedukasi mereka tentang pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan MBG secara khusus ialah meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, membentuk pola makan sehat, meningkatkan prestasi akademik dan kehadiran siswa, mengurangi angka putus sekolah, mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM.
Melalui Perpres Nomor 83 Tahun 2024, pemerintah menunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan tugas dalam pemenuhan gizi nasional. Selanjutnya, sasaran pemenuhan gizi yang menjadi tugas BGN tersebut diarahkan kepada setidaknya empat kelompok utama. Pertama, peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren.
Pada kelompok ini, program menyasar anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, di mana gizi yang cukup sangat penting untuk mendukung proses belajar dan perkembangan kognitif mereka.
Kedua, anak usia di bawah lima tahun. Kelompok ini termasuk menjadi sasaran utama program makan bergizi gratis lantaran balita merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi pada masa periode pertumbuhan ini dapat menyebabkan dampak yang tidak dapat dipulihkan.
Ketiga, ibu hamil. Pemenuhan gizi pada ibu hamil juga sangat penting. Gizi yang baik selama kehamilan memberi perlindungan bagi ibu hamil dan janin sebab dapat mencegah komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, serta stunting pada bayi.
Keempat, ibu menyusui. Gizi yang cukup pada ibu menyusui penting untuk produksi ASI yang berkualitas dan tumbuh kembang bayi yang optimal. Oleh sebab itu, kelompok ibu menyusui juga penting untuk diperhatikan dan menjadi sasaran program pemenuhan gizi oleh pemerintah.
Pelaksanaan program MBG akan menyasar empat kelompok utama tersebut dengan target sebanyak 17.980.263 orang sampai dengan akhir tahun 2025. Pada saat ini, pelaksanaan program MBG dilakukan untuk kabupaten/kota yang telah memiliki infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ke depannya, program MBG akan diprioritaskan untuk daerah 3T di Indonesia.
BACA JUGA: Pendaki Gunung Muria Kudus Ditemukan Meninggal, Jatuh ke Jurang Saat Foto
Sebagai unit yang bertugas melaksanakan program MBG, BGN telah dilengkapi dengan unit kerja yang secara komprehensif dapat melaksanakan program MBG sesuai dengan end to end process secara efektif dan efisien. Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN bertugas untuk menyelenggarakan perumusan, koordinasi, sinkronisasi, perumusan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola pemenuhan gizi nasional.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN bertugas untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan program MBG. Sementara, Inspektorat Utama BGN bertugas melakukan pengawasan internal. Diharapkan dengan adanya pembagian kewenangan sesuai dengan unit kerja yang ditetapkan, pelaksanaan program MBG dapat berjalan baik, tepat sasaran, serta efektif dan efisien dalam penggunaan anggaran.
Dalam rangka mengetahui dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap aspek kesehatan (gizi), pendidikan, ekonomi, dan kemiskinan pada penerima manfaat program MBG, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan pendataan lapangan Survei Monitoring dan Evaluasi MBG sejak 15 Juni 2025 yang lalu. Responden survei ini terdiri dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Supplier SPPG, Sekolah, dan Rumah Tangga penerima manfaat MBG.
Tujuan BPS pada program MBG adalah mengumpulkan data dan informasi untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas program, serta memberikan gambaran utuh mengenai implementasinya di lapangan. Data dan informasi ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan lanjutan oleh BGN dan pemerintah pusat terkait program MBG. Jatengdaily.com-st


