SEMARANG (Jatengdaily) – Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui program Praktisi Mengajar–Alumni Tilik Kampus dengan tema “Heritage Tourism: Upaya Pelestarian Kota, sekaligus Pemanfaatan Potensi Lokal Kota”, Selasa (8/10), di Ruang Menara 707 Fakultas Teknik USM.
Kegiatan ini menghadirkan Rozzaq Shofiyono, S.P.W.K., alumni PWK USM yang kini bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dan aktif di komunitas Telusur Kota Salatiga—sebuah gerakan wisata berjalan kaki (walking tour) yang mengeksplorasi titik-titik bersejarah di Kota Salatiga.
Melalui pengalamannya, Rozzaq berbagi wawasan tentang pentingnya pelestarian kota dan bagaimana potensi lokal dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pelestarian bukan hanya soal menjaga bangunan tua, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Pelestarian kota bukan hanya memahami sejarah dan menjaga bangunan tua, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai lokal agar tetap berdampak bagi masyarakat. Jangan takut bermimpi dan memulai, karena Telusur Kota juga berawal dari obrolan dan riset kecil-kecilan yang akhirnya diterima baik oleh masyarakat,” ujar Rozzaq.
Ia juga menuturkan, pendekatan yang dilakukan komunitas Telusur Kota meliputi identifikasi potensi lokal, perencanaan berbasis karakter lokal, revitalisasi kawasan bersejarah, hingga pelibatan masyarakat dan lintas bidang.
Bahkan, Telusur Kota kini kerap diundang Pemerintah Kota Salatiga untuk berdiskusi mengenai arah pengembangan pariwisata daerah tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa mata kuliah Perencanaan Kota dan Pelestarian Kota, serta terbuka untuk seluruh mahasiswa PWK USM. Suasana kelas berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari peserta.
Salah satu mahasiswa, Irfan, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. “Yang disampaikan alumni sangat bermanfaat dan membuka wawasan. Kebetulan tugas saya berkaitan dengan heritage, jadi ini membantu sekali untuk mengerjakan studio. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Agnesia Putri Kurnianingtyas, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program Praktisi Mengajar–Alumni Tilik Kampus merupakan langkah prodi untuk menjembatani dunia akademik dan dunia kerja.
“Kami berharap mahasiswa mendapatkan gambaran nyata penerapan ilmu PWK di lapangan. Ilmu perencanaan kota itu luas dan bisa diterapkan di berbagai bidang, termasuk pariwisata dan sejarah. Saat ini bukan zamannya berkompetisi, tetapi berkolaborasi lintas bidang untuk berkarya,” tutur Agnesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama narasumber serta peserta. Melalui program ini, PWK USM menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mempererat hubungan antara alumni dan almamater. St
2



