By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ribuan Sandbag Disiapkan untuk Antisipasi Tanggul Kritis di Kota Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ribuan Sandbag Disiapkan untuk Antisipasi Tanggul Kritis di Kota Semarang

Last updated: 13 Februari 2025 05:06 05:06
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2025 05:06
Share
Petugas siapkan sandbag. Foto: humas
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Untuk mencegah limpasan air yang berpotensi menggenangi permukiman dan area pertanian, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan ribuan sandbag sebagai langkah darurat pada tanggul-tanggul kritis, di sejumlah titik rawan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto menyampaikan, sandbag diperlukan untuk memperkuat tanggul dan meninggikan talud di titik-titik tanggul kritis, terutama di Plumbon, Kudu, serta Jalan Raya Kaligawe.

“Kita memang dalam mengatasi banjir ini memerlukan banyak sandbag, untuk melapis tanggul-tanggul yang kritis, kemudian yang titik jebol juga seperti di Plumbon, juga untuk peninggian talud-talud yang limpas airnya, seperti di Jalan Raya Kaligawe dan di Kudu,” ungkapnya.

Disampaikan, saat ini, lebih dari 2 ribu sandbag telah dipasang di tiga wilayah tersebut. Distribusi sandbag dilakukan secara bertahap, dengan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi-lokasi strategis.

“Di samping pembuatan sandbag di Plumbon dan Kudu, kita juga membuat di Kali Semarang, di rumah pompa Kali Semarang, karena ada material pengerukan sedimen,” ujarnya.

Menurutnya, langkah darurat tersebut perlu diambil, guna mengantisipasi potensi banjir yang semakin meluas.

“Ini untuk penanganan darurat, jadi sifatnya sementara. Seperti di Plumbon kemarin, sebelum dilakukan penanganan secara permanen oleh BBWS Pemali-Juana, kita tidak membiarkan tanggul yang jebol itu,” tandas Suwarto dilansir dari laman humas prov Jateng, Kamis (13/2/2025).

Proses pengerjaan sandbag, lanjutnya, dilakukan dengan pengisian tanah atau pasir ke dalam karung, kemudian diangkut menggunakan dump truck ke lokasi-lokasi terdampak.

“Alhamdulillah, dengan kolaborasi teman-teman, pemasangan sandbag di tiga wilayah tersebut bisa berjalan lancar, sehingga yang di Kudu bisa memisahkan aliran Sayung dengan aliran di Kudu sendiri, mengingat Kudu merupakan daerah perbatasan Semarang dan Demak,” tambahnya.

Suwarto menambahkan, pihaknya juga mendapatkan tambahan 1.200 sandbag dari PLN, yang akan didistribusikan ke Mangkang dan Kudu dalam beberapa tahap.

“Insya Allah, mulai hari ini kita menerima bantuan sandbag, dari PLN jumlahnya sekitar 1.200 sandbag. Itu kita bagi dua untuk daerah Mangkang dan juga daerah Kudu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, imbuh Suwarto, pihaknya mengajak warga dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewaspadai tanggul-tanggul kritis, serta berkolaborasi dalam upaya-upaya meminimalisasi terjadinya genangan. she

You Might Also Like

Pemerintah Diminta Terus Bersinergi demi Piala Dunia U-20
Kasus COVID-19 di Indonesia Capai 139.546, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Bawaslu Sebut KPU Jateng Tidak Transparan Soal DPT
Sambut Ganjar, Bos PT Unipres Rela Hentikan Produksi Setengah Hari
Indonesia Diprediksi Alami Gelombang ketiga Covid-19
TAGGED:Ribuan Sandbag DisiapkanTanggul Kritis
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?