Universiti Malaya dan USM Perkuat Kolaborasi Internasional

4 Min Read
Dr. Erialdi Syahrial dari Department of Decision Science, Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (UM), Malaysia, berkunjung ke kampus USM untuk memperkuat kerja sama riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di ruang sidang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM), Menara USM lantai 3, Selasa (7/10). Siang itu, Dr. Erialdi Syahrial dari Department of Decision Science, Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (UM), Malaysia, berkunjung ke kampus USM untuk memperkuat kerja sama riset dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Erialdi didampingi oleh Dr. Muhammad Ikhsan Setiawan, M.T. dan Kapten Dr. Sutini, S.T., M.T., keduanya dosen dari Universitas Maritim AMNI Semarang. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari langkah akselerasi kerja sama akademik yang kemudian ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universiti Malaya dan Universitas Semarang. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., dan Dr. Erialdi, di hadapan para akademisi kedua institusi.

Suasana penandatanganan berlangsung penuh keakraban. Dalam sambutannya, Prof. Mudjiastuti menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Universiti Malaya untuk memperluas jejaring riset bersama.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini. Kolaborasi lintas negara seperti ini akan membuka peluang besar, tidak hanya dalam penelitian, tetapi juga dalam pengabdian masyarakat yang berdampak nyata,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan enam perguruan tinggi beberapa waktu sebelumnya dengan Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T.. Pertemuan itu menandai lahirnya World Class Joint Research and Community Services, sebuah konsorsium internasional yang terdiri atas Universiti Malaya, Universitas Semarang, Universitas Maritim AMNI Semarang, Universitas Narotama Surabaya, Universitas Islam 45 Bekasi, dan Universitas Pelita.

Dr. Erialdi Syahrial dari Department of Decision Science, Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya (UM), Malaysia, berkunjung ke kampus USM untuk memperkuat kerja sama riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Foto:dok

Dalam pernyataannya, Dr. Erialdi Syahrial mengaku bangga dan antusias atas terbentuknya konsorsium tersebut.

“Kami melihat ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat. Universiti Malaya sudah lama bekerja sama dengan Universitas Maritim AMNI dan beberapa kampus di Jawa Timur, namun melalui konsorsium ini, cakupan kerja sama akan lebih luas dan terarah,” tuturnya.

Sebagai alumni bidang engineering dari Keio University, Jepang, Dr. Erialdi juga menyampaikan ketertarikannya melakukan penelitian di sektor ekonomi dan bisnis maritim, terutama dalam konteks rantai pasok makanan di kawasan pelabuhan. Menurutnya, sektor ini masih memiliki tantangan besar, mulai dari efisiensi logistik hingga manajemen risiko yang membutuhkan pendekatan interdisipliner.

Menanggapi hal itu, Prof. Mudjiastuti menegaskan bahwa USM siap menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan mengidentifikasi “research gap” yang relevan di Indonesia, khususnya terkait sistem rantai pasok dan keberlanjutan industri maritim.

“Kami ingin memastikan penelitian ini tidak berhenti di tataran akademik saja, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi masyarakat dan dunia industri,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Muhammad Ikhsan Setiawan dan Kapten Dr. Sutini dari Universitas Maritim AMNI menyampaikan dukungannya terhadap bergabungnya USM dalam konsorsium tersebut.

“Kami optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat besar dalam pengembangan riset, pengabdian masyarakat, serta publikasi bersama di tingkat internasional,” ujar Dr. Ikhsan.

Kunjungan Dr. Erialdi ke LPPM USM ini menandai langkah nyata menuju kolaborasi global dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat. Melalui sinergi antara enam perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia, diharapkan akan lahir inovasi riset yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjawab tantangan nyata di lapangan — dari dunia akademik hingga sektor industri maritim.

Di penghujung acara, para peserta berfoto bersama di depan backdrop bertuliskan “World Class Joint Research and Community Services”. Senyum mengembang di wajah mereka, menandai awal dari babak baru kolaborasi lintas batas — semangat keilmuan yang melampaui jarak dan negara. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.