SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menggelar Wisuda ke-93 Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor di Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Rabu (20/5/2026). Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi akademik yang dihadiri ratusan wisudawan bersama keluarga, jajaran pimpinan universitas, serta tamu undangan.
Sebanyak 934 wisudawan resmi dikukuhkan pada wisuda kali ini. Jumlah tersebut terdiri atas 762 lulusan Program Sarjana (S1), 79 lulusan Program Magister (S2), 13 lulusan Program Doktor (S3), dan 80 lulusan Program Diploma III (D3).
Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd, selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah hadir memberikan penyemangat kepada para wisudawan Untag Semarang. ‘’Saya lihat 13 wisudawan S3 sudah menjadi pejabat, termasuk mantan Kepala LLDIKTI Jateng, Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., yang saat ini bertugas sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, selamat kepada para senior saya,’’ ujar Prof Aisyah.
Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparjo, MP, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademik mereka.
“Hari ini adalah hari yang penuh makna, bukan hanya bagi para wisudawan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Untag Semarang yang turut menyaksikan lahirnya generasi unggul penerus bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, angka ratusan lulusan tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran perjuangan panjang yang dilalui para mahasiswa selama menempuh pendidikan. Ribuan jam belajar, penelitian, seminar, hingga pengorbanan keluarga menjadi bagian dari keberhasilan yang diraih para wisudawan.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menegaskan komitmen Untag Semarang untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi swasta berkelas internasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
Mengusung semangat “Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi Swasta Berkelas Internasional”, Untag Semarang terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian internasional, pemerintah, hingga dunia industri dan usaha.
“Di era globalisasi yang semakin cepat ini, tidak ada institusi maupun individu yang dapat maju sendirian. Inovasi lahir dari kolaborasi dan pertemuan ide-ide besar,” kata Suparjo.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas penelitian, relevansi kurikulum, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Kepada para wisudawan Program Sarjana, Rektor berpesan agar menjadikan gelar yang diperoleh sebagai awal perjalanan panjang dalam proses belajar sepanjang hayat. Ia meminta lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, serta mampu bekerja sama lintas profesi dan budaya.
Sementara kepada lulusan Program Magister, Suparjo mendorong agar hasil penelitian yang telah dilakukan dapat melahirkan gagasan segar dan solusi nyata bagi masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu menjadi penghubung antara dunia akademik dan kebutuhan riil di lapangan.
Adapun bagi lulusan Program Doktor, Rektor menekankan pentingnya peran akademisi sebagai motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Ia berharap para doktor aktif dalam jaringan riset global serta mampu menginspirasi generasi berikutnya.
“Di tengah perubahan yang begitu cepat, ada satu hal yang tidak akan pernah tergantikan oleh mesin, yakni kemampuan manusia untuk berkolaborasi, berempati, berkreasi, dan memberikan makna,” tuturnya.
Pada akhir sambutan, Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah mendukung perjuangan putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa para lulusan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Untag Semarang dan diharapkan mampu menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Selamat kepada seluruh wisudawan Program Sarjana, Magister, dan Doktor. Semoga ilmu yang dimiliki menjadi cahaya bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” pungkasnya. St

