SEMARANG (Jatengdaily.com) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman menjelang libur panjang Idul Adha 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi energi di tengah potensi lonjakan mobilitas dan kebutuhan masyarakat selama masa liburan.
Kepastian tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, Rabu (20/5/2026). Menurutnya, Pertamina telah melakukan pemetaan kebutuhan energi sekaligus menyiapkan stok tambahan agar masyarakat dapat menjalani momentum Idul Adha dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM maupun LPG.
“Jadi, kami pastikan BBM menjelang libur panjang Idul Adha nanti dalam keadaan aman, sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Adha dengan tenang,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan, momentum libur panjang biasanya diikuti peningkatan aktivitas masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun distribusi logistik antardaerah. Kondisi tersebut umumnya berdampak pada naiknya konsumsi BBM, khususnya jenis gasoline dan gasoil.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah telah memperkuat rantai distribusi dan memastikan seluruh sarana infrastruktur energi berada dalam kondisi optimal. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan agar penyaluran energi tetap berjalan lancar selama periode libur nasional.
Menurut Taufiq, ketahanan stok BBM di wilayah Jawa Tengah dan DIY saat ini berada pada level sangat aman apabila dibandingkan konsumsi normal harian masyarakat. Bahkan, sejumlah produk memiliki cadangan yang jauh di atas rata-rata kebutuhan harian.
Untuk produk solar, misalnya, stok yang tersedia mencapai 110.757 kiloliter dengan ketahanan hingga 18 kali lipat konsumsi normal harian. Dengan jumlah tersebut, Pertamina optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat meski terjadi lonjakan permintaan secara signifikan.
“Artinya, jika terjadi lonjakan konsumsi sampai 18 kali lipat pun kami masih sanggup mengatasinya,” katanya.
Tak hanya solar, stok BBM nonsubsidi juga dipastikan aman. Pertamax tercatat memiliki stok sebesar 84.311 kiloliter atau setara 18 kali konsumsi normal harian. Sementara Dex Series bahkan memiliki ketahanan hingga 47 kali lipat konsumsi normal masyarakat.
Adapun untuk Pertalite, yang masih menjadi salah satu BBM paling banyak digunakan masyarakat, stok tersedia dengan ketahanan sekitar 14 kali lipat dibanding kebutuhan harian normal.
Taufiq menilai kondisi tersebut menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menjaga pasokan energi selama masa libur panjang. Ia memastikan distribusi BBM ke SPBU di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY akan terus dipantau secara berkala agar tidak terjadi kekosongan stok di lapangan.
“Kami melakukan monitoring secara intensif terhadap penyaluran BBM, terutama di wilayah-wilayah dengan potensi peningkatan konsumsi cukup tinggi seperti jalur wisata, jalur mudik, dan kawasan perkotaan,” jelasnya.
Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG dalam kondisi aman. Saat ini, stok LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY berada pada level empat kali lipat konsumsi normal masyarakat.
Meski angka tersebut terlihat lebih kecil dibanding stok BBM, Taufiq menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina mendapatkan dukungan suplai tambahan dari sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa. Dukungan tersebut menjadi bagian dari sistem distribusi terintegrasi yang dimiliki Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Tetap ada dukungan suplai dari Gresik, Balongan, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Jadi empat kali lipat itu bukan berarti stoknya sedikit, karena masih ada cadangan tambahan dari wilayah lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi fleksibel untuk menghadapi kemungkinan lonjakan konsumsi LPG rumah tangga selama Idul Adha. Kebutuhan LPG biasanya meningkat seiring aktivitas memasak masyarakat, termasuk untuk keperluan penyembelihan hewan kurban dan kegiatan berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan agen dan pangkalan LPG agar distribusi ke masyarakat tetap berjalan lancar dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sebab, stok energi yang tersedia telah disiapkan dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur panjang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli produk energi sesuai kebutuhan. Pertamina memastikan distribusi dan stok dalam kondisi aman,” kata Taufiq.
Dengan kesiapan stok, penguatan distribusi, serta dukungan suplai lintas wilayah, Pertamina optimistis masyarakat di Jawa Tengah dan DIY dapat menjalani libur panjang Idul Adha 2026 dengan nyaman tanpa kekhawatiran terkait kebutuhan energi.
Momentum Idul Adha sendiri diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai daerah, terutama menuju destinasi wisata dan kampung halaman. Karena itu, kesiapan pasokan BBM dan LPG menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur nasional berlangsung.

