SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan, komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga melalui berbagai program strategis yang terintegrasi dalam program nasional Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).
Program ini tidak hanya menjadi agenda pemerintah pusat, tetapi juga diimplementasikan secara konkret di Jawa Tengah melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Sejumlah program unggulan seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), hingga pengembangan Super Apps menjadi pilar utama dalam penguatan ketahanan keluarga.
Beragam langkah dilakukan untuk memastikan program tersebut berjalan optimal. Pada program Genting, misalnya, Pemprov Jateng memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), melakukan advokasi, hingga menggelar webinar “Ngopi Penak” yang membahas isu-isu keluarga secara ringan namun bermakna.
Sementara itu, program Tamasya diwujudkan melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, Forum Anak, sekolah ramah anak, serta kebijakan penyediaan tempat penitipan anak bagi pekerja atau buruh. Pendekatan ini juga diperkuat dengan edukasi pengasuhan positif bagi para pengasuh daycare.
Di sisi lain, program GATI mendorong peran aktif ayah dalam keluarga melalui berbagai gerakan seperti Garpu Perak, Gerakan Satu Jam Bersama Keluarga, hingga kampanye kesetaraan gender “He For She”. Adapun program Sidaya difokuskan pada pemberdayaan lansia melalui inovasi seperti Serat Kartini dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Seluruh program tersebut diperkuat dengan dukungan teknologi melalui pengembangan aplikasi berbasis internet dalam program Super Apps.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat utama berbagi dan menyelesaikan persoalan. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena anak-anak yang kini lebih memilih mencurahkan masalah kepada kecerdasan buatan dibandingkan kepada orang tua.
“Sekarang banyak anak curhatnya ke AI, bukan ke keluarga. Ini yang menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Grhadika Bakti Praja, Semarang, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, Rakorda tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis, sebagai fondasi utama mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Sumarno juga mengajak masyarakat untuk kembali membangun komunikasi hangat dalam keluarga, salah satunya dengan meluangkan waktu berkumpul tanpa gangguan gawai.
“Sesekali letakkan gadget, duduk bersama, dan ngobrol. Itu sederhana, tapi sangat penting untuk kesehatan keluarga,” pesannya.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, menegaskan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah.
“Kelima program prioritas ini harus didukung bersama agar pembangunan keluarga bisa dipercepat dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan apresiasi kepada daerah yang berprestasi dalam program kependudukan dan pembangunan keluarga. Penghargaan diberikan kepada Kota Surakarta dan Kabupaten Temanggung, serta satu penghargaan untuk peserta terbaik program Tamasya dari Kabupaten Klaten.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap pembangunan keluarga tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih kuat, sehat, dan sejahtera. St


