DEMAK (Jatengdaily.com)– Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Demak terus dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor. Tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, ketahanan pangan keluarga juga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi. Salah satunya melalui gerakan menanam sayuran di lingkungan rumah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan SIP MM, mengatakan gerakan menanam tersebut didorong melalui kelompok-kelompok wanita tani (KWT). Para ibu diajak memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran yang dapat dikonsumsi keluarga.
“Gerakan menanam ini kita dorong kepada ibu-ibu kelompok wanita tani. Untuk mendukung penanganan stunting, mereka bisa menanam sendiri sayuran di rumah sehingga tidak harus selalu membeli,” ujar Agus, Jumat (07/08/2026).
Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga, kegiatan tersebut juga dapat menjadi langkah sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, keluarga bisa memiliki sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau dan relatif murah.
Agus menambahkan, dukungan terhadap gerakan menanam juga dilakukan melalui penyediaan benih bagi kelompok wanita tani. Benih dibagikan agar masyarakat semakin mudah memulai kegiatan bercocok tanam, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Benih kami bagikan kepada kelompok wanita tani. Selain itu, benih juga banyak tersedia di toko pupuk dan benih pertanian dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah menambahkan, penanganan stunting tidak mungkin dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah atau satu instansi saja. Diperlukan kerja bersama dari berbagai pihak, termasuk sektor pertanian yang memiliki peran dalam memastikan keluarga mempunyai akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi.
Upaya bersama tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Bupati Eisti’anah menyebut, prevalensi angka stunting di Kabupaten Demak terus turun dari 16 % pada 2022 menjadi 10 % pada 2024, dan kembali menurun hingga 9,5 % selama 2 tahun berturut-turut.
“Prevalensi stunting di Kabupaten Demak berada di angka 9,5%, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat stunting terendah di Jawa Tengah. Angka ini turun tajam dari posisi tahun-tahun sebelumnya seperti 16% (2022) dan menargetkan penurunan lanjutan hingga 7,3% pada tahun 2026,” tegasnya.rie-she



