LDII Jateng Dorong Penguatan Pendidikan melalui Bedah Buku & Kolaborasi dengan FIB Undip

5 Min Read
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) didampingi Dekan FIB Undip Prof Alamsyah (paling kiri), Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah Prof Singgih Tri Sulistiyono (dua dari kiri) dalam bedah buku LDII dan perjanjian kerjasaman LDII Jateng dan FIB Undip. Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah menggelar bedah buku berjudul “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke” sebagai bagian dari program kerja tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Art Center Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), Sabtu (18/7/2026).

Acara dibuka oleh Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., bersama Dekan FIB Undip Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum.

Hadir juga CEO Penerbit Deepublish, penerbit Buku “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke”, Nuur Budi Utama.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara DPW LDII Jawa Tengah dan FIB Undip sebagai bentuk sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan literasi.

Prof Singgih mengatakan, dengan terbitnya buku ini diharapkan bisa menjadi bahan sosialisasi bagi seluruh jajaran pengurus dan warga LDII se-Indonesia dan menyongsong generasi emas 2045. ”Juga bisa menjadi bahan kajian komparasi para peneliti, lembaga-lembaga atau ormas yang lain sehingga saling memberikan masukan,” jelasnya.

Kemudian dalam kaitannya dengan kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Undip, menurut Prof Singgih, LDII sebagai ormas Islam idealnya memang juga harus menjalin kerjasama dengan lembaga ilmiah atau kampus, sehingga Islam itu tidak hanya meraih otoritasnya dari sumber keagamaan tapi juga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademik dan bagi universitas sendiri dengan kerjasama ini bisa menjadi ruang atau menjadi ladang bagi pengembangan keilmuan.

DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jateng menggelar bedah buku berjudul “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke”. Foto: Siti KH

Apresiasi Wamen

Sementara itu Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E antusias dengan bedah buku yang diadakan LDII.

”Menurut saya, ini adalah tradisi yang baik, tradisi dialektika yang sehat. Buku tentang LDII ini ditulis oleh cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), kemudian dibedah oleh cendekiawan Muhammadiyah. Ini menjadi salah satu hal yang menarik.

Kita harus membangun kebiasaan di Indonesia untuk saling memahami satu sama lain sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan. Indonesia sangat beragam. Islam saja memiliki banyak ragam, belum lagi agama-agama lainnya.

Menurut saya, LDII telah menunjukkan cara yang baik dalam merawat keberagaman, yakni dengan membuka ruang dialog dan dialektika antarkelompok. Itu adalah langkah yang positif.

Presiden, dalam hal ini Bapak Prabowo Subianto, juga memiliki komitmen untuk memastikan bahwa segala sesuatu berangkat dari sikap saling memahami satu sama lain. Dengan begitu, tidak akan muncul kesalahpahaman yang pada akhirnya dapat memicu disintegrasi.

Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada DPP LDII,” jelasnya.

Bedah buku dipaparkan langsung oleh penulisnya, Dr. Ahmad Ali MD, M.A., yang merupakan cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa buku tersebut disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai sistem pendidikan yang dikembangkan LDII.

“Buku ini bisa digunakan untuk mengetahui, memahami, dan menghormati perbedaan-perbedaan yang ada dalam LDII. Dengan mengedepankan toleransi, harmoni, dan penuh hikmah-kebijaksanaan, diharapkan dapat memupus permusuhan di antara sesama anak bangsa,” ujarnya.

Menurut Ahmad Ali, keberagaman dan kebhinekaan Indonesia merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, serta semangat kerukunan dan harmoni sehingga bisa memnimalisir dan memupus permusuhan di antara perbedaan yang ada.

Buku ini bisa digunakan untuk mengetahui, memahami dan menghormati perbedaan-perbedaan yang ada dalam LDII, dengan mengedepankan toleransi, harmoni dan penuh hikmah kebijaksanaan, sehingga dapat memupus permusuhan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag., yang memberi kata pengantar dalam buku ini berharap buku tersebut mampu menjadi sarana dialog sekaligus jembatan untuk memperkuat toleransi di tengah masyarakat.

Ia juga menilai karya tersebut dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi akademik, khususnya di kalangan generasi muda, agar semakin terdorong untuk menulis, meneliti, dan mendokumentasikan perkembangan pemikiran bangsa secara ilmiah.

Hadir juga sebagai Tanggapan Pembahas I (Dr. K.Η. Tafsir, M.Ag.),Tanggapan Pembahas II (Ibnu Fikri, M.Si., Ph.D.),Tanggapan Pembahas III (Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum) dan Tanggapan Pembahas IV (Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si.) dengan moderator Dr. A.M. Jumai, S.E., M.Μ. she

 

Share This Article