MAGELANG (Jatengdaily.com) – Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat di Magelang pada 9–11 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang dan dilaksanakan untuk memenuhi capaian kompetensi kelulusan mahasiswa, khususnya menguasai teori dan kemahiran membuat Akta Notaris/PPAT, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Acara diikuti oleh 151 mahasiswa dan 130 masyarakat, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif akademis yang berdampak langsung pada pendidikan, pengembangan dan penguatan hukum dan sosial warga Magelang.

Pengabdian Masyarakat dilaksanakan secara kolaboratif antara Program Studi Magister Kenotariata FH Unissula, dosen, mahasiswa, alumni, Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) Jawa Tengah, serta Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan FH Unissula Dr. Nanang Sri Darmadi, S.H., M.H mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang secara kolaboratif dan terintegrasi.
“Pengabdian masyarakat ini memang dibuat dan dirancang untuk memenuhi capaian kompetensi lulusan, agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan siap terjun sebagai profesional yang handal, dan mampu memenuhi kepentingan pengguna lulusan,” ujarnya.

Ketua Prodi MKn FH Unissula Dr. Nanang Sri Darmadi, S.H., M.H. Foto: dok
Dari Penyuluhan, Praktek Pembuatan Akta, sampai Table Manner
Rangkaian program utama yang dilaksanakan meliputi penyuluhan hukum yang dilaksanakan bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah. Penyuluhan hukum dilaksanakan bagi warga sekitar
Program pengabdian masyarakat ini juga memberikan bantuan dengan pembuatan dan pemberian akta-akta (Perkumpulan, Yayasan, Badan Hukum, dan PT Perseorangan) secara gratis bagi masyarakat sekitar yang tidak mampu.
Ada juga lomba praktek pembuatan akta. Lomba praktek pembuatan akta ini dilaksanakan guna mengimplementasikan teori yang telah diterima oleh mahasiswa, mengasah kemampuan dan ketajaman analisis berdasarkan studi kasus riil yang berkembang di tengah masyarakat sekitar. Kemudian peserta membuat akta-akta berdasarkan kasus riil tersebut dan hasilnya dilombakan. Hal ini berguna untuk menilai dan menguji kesiapan mereka dalam dunia kerja professional setelah menjadi Notaris/PPAT.

Kegiatan lainnya adalah bakti sosial dan peduli lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan lingkungan yang diwujudkan melalui aksi penanaman pohon di lingkungan sekitar lokasi pengabdian masyarakat.
Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan fasilitas pendidikan berupa seperangkat laptop dan proyektor OHP kepada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di sekitar RW setempat.
Tak kalah penting adalah pembekalan etika melalui table manner untuk mahasiswa. Peserta dibekali dengan pelatihan keterampilan table manner. Pembekalan ini bertujuan agar kelak saat lulus dan berpraktik sebagai Notaris/PPAT, mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan pembawaan yang profesional saat menghadiri jamuan resmi bersama klien atau mitra kerja.
Selain agenda akademik dan sosial, guna mempererat kebersamaan dan membangun jejaring (networking) antar-elemen, rangkaian acara ini diselingi dengan kegiatan gala dinner, serta kegiatan penyegaran (refreshing) berupa wisata jeep adventure dan arung jeram (rafting) di Magelang.
”Melalui kegiatan pengabdian Masyarakat kolaboratif dan komprehensif ini, Magister Kenotariatan FH Unissula menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan Notaris dan PPAT yang tidak hanya cerdas secara akademik, berkarakter, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta adaptif terhadap kebutuhan dan tuntutan dunia bisnis maupun kebutuhan masyarakat,” jelas Dr Nanang. she

