SEMARANG (Jatengdaily.com)- Mahasiswa dan dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Otomasi (TRO) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) mengikuti pelatihan sistem otomasi industri yang dilaksanakan pada 19–20 Januari 2026 di Gedung Teaching Factory Sekolah Vokasi Undip.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Vokasi Undip dengan PT Berkat Solusindo, selaku pemegang merek Wecon Indonesia. Pelatihan diikuti oleh 30 mahasiswa serta seluruh dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi SV Undip, dengan tujuan memperkuat kompetensi praktis dan menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri terkini.
Perwakilan PT Berkat Solusindo, Natalis Siswanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini mencerminkan kebutuhan industri terhadap lulusan vokasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan operasional yang aplikatif. “Perkembangan otomasi industri berlangsung sangat cepat. Dunia industri membutuhkan lulusan yang siap kerja dan familiar dengan sistem otomasi yang digunakan di lapangan,” ujar Natalis.
Lebih lanjut menurutnya, melalui pelatihan ini, mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta menggunakan training kit otomasi industri Wecon, yang mencakup programmable logic controller (PLC), human-machine interface (HMI), serta sistem kendali terintegrasi yang banyak digunakan di sektor industri. Keterlibatan dosen dalam pelatihan ini dinilai penting untuk memastikan terjadinya alih pengetahuan serta penguatan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan akademik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi, Priyo Satmoko, menegaskan bahwa pelatihan berbasis industri merupakan bagian dari upaya prodi untuk menjaga relevansi kurikulum vokasi.
“Kegiatan ini memperkuat komitmen kami dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri. Dengan melibatkan mahasiswa dan dosen secara bersamaan, kompetensi yang dimiliki dapat terus diperbarui dan selaras dengan perkembangan teknologi industri,” jelas Priyo Satmoko.
Menurutnya, selain penguatan kompetensi, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama yang lebih strategis antara program studi dan industri. Salah satu rencana yang dibahas adalah pengembangan teaching factory bidang otomasi industri.
Teaching factory tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat pelatihan sistem otomasi industri, yang dapat mendukung kegiatan pelatihan, peningkatan kompetensi, dan sertifikasi bagi masyarakat maupun dunia industri.
Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri merupakan pilar penting dalam pengembangan pendidikan vokasional.
“Pendidikan vokasi harus terhubung secara erat dengan praktik industri. Pelatihan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan mitra industri dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan teaching factory yang memberi manfaat bagi dunia pendidikan dan industri,” jelasnya.
Menurutnya, melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi Undip menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan vokasional yang aplikatif, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. she
0



