SIMEULUE, ACEH (Jatengdaily.com) – Program Studi (Prodi) Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), melaksanakan pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) melalui keterlibatan mahasiswa dalam pekerjaan Inventarisasi dan Verifikasi Hak Pengelolaan (HPL) Transmigrasi yang bekerjasama dengan Kementerian Transmigrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Transmigrasi Sigulai, Tamon Jaya, dan Lubuk Baik, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi pembelajaran vokasi yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik profesional di lapangan. Melalui keterlibatan dalam pekerjaan inventarisasi dan verifikasi HPL transmigrasi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan kompetensi survei, pemetaan, kadaster, serta pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung pengelolaan pertanahan dan kawasan transmigrasi.
Ketua Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Sekolah Vokasi Undip, Khristiana Dwi Astuti, S.T., M.Τ mengatakan, pelaksanaan PjBL ini berkaitan erat dengan sejumlah mata kuliah di PTRP, khususnya Kadaster, Penginderaan Jauh, dan Teknik Survei. Ketiga bidang tersebut memberikan landasan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa dalam melakukan pengumpulan data spasial, pengukuran posisi, pemetaan wilayah, serta penyajian informasi pertanahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
”Dalam kegiatan lapangan, mahasiswa terlibat dalam pekerjaan survei menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) geodetik untuk mendukung pengukuran dan penentuan posisi objek di lapangan. Teknologi ini digunakan dalam kegiatan pengumpulan data koordinat yang menjadi bagian penting dari proses inventarisasi dan verifikasi spasial bidang tanah HPL transmigrasi,” jelasnya.
Selain survei terestris, mahasiswa juga melaksanakan pengambilan foto udara menggunakan pesawat tanpa awak atau drone. Pemanfaatan teknologi ini mendukung penyediaan data visual dan informasi permukaan wilayah yang dapat diolah menjadi produk pemetaan. Integrasi data hasil pengukuran GNSS dan foto udara memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai penerapan metode survei terestris dan pemetaan berbasis penginderaan jauh dalam satu rangkaian pekerjaan.
Pelaksanaan kegiatan di Kawasan Transmigrasi Sigulai, Tamon Jaya, dan Lubuk Baik juga memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. PTRP UNDIP Terapkan Project-Based Learning. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi wilayah, proses pengumpulan data, serta kebutuhan untuk memastikan kesesuaian antara informasi spasial dan kondisi faktual di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi teknis, ketelitian, kemampuan analisis, dan kerja sama tim yang dibutuhkan dalam dunia kerja profesional.
Melalui pendekatan PjBL, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga pada penyelesaian pekerjaan nyata yang memiliki keluaran terukur. Mahasiswa belajar memahami tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan survei, pengukuran dan pengumpulan data, dokumentasi lapangan, hingga pengolahan informasi untuk mendukung penyusunan produk pemetaan.
Hasil yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah tersedianya peta dan data HPL transmigrasi pada lokasi kegiatan yang dapat mendukung kebutuhan inventarisasi dan verifikasi pertanahan. Ketersediaan data spasial yang terstruktur diharapkan dapat membantu penyediaan informasi mengenai HPL transmigrasi sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan kawasan transmigrasi.
Bagi Program Studi PTRP Sekolah Vokasi Undip, kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi ini menjadi wujud penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi, kebutuhan instansi pemerintah, dan praktik profesional di bidang survei serta pertanahan. Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis melalui keterlibatan dalam pekerjaan yang relevan dengan kompetensi lulusan.
”Melalui pelaksanaan PjBL tersebut, Prodi PTRP Sekolah Vokasi Undip terus mendorong pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Keterlibatan mahasiswa dalam inventarisasi dan verifikasi HPL transmigrasi di Kabupaten Simeulue diharapkan dapat memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan di bidang kadaster, survei dan pemetaan, penginderaan jauh, serta pengelolaan informasi pertanahan. Kami mengintegrasikan pembelajaran, teknologi geospasial, dan praktik profesional untuk mendukung pengelolaan pertanahan yang lebih baik,” jelasnya. she



