SEMARANG (Jatengdaily.com)–Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Biologi International Undergraduate Program (IUP) Universitas Diponegoro (UNDIP), Raihan Arsyad Anugrah Pratama, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional Japan Youth Summit (JYS) 2026 yang diselenggarakan oleh Youth Break the Boundaries pada 11–14 Mei 2026 di Osaka, Jepang.
JYS adalah program internasional yang diorganisasi oleh Youth Break the Boundaries (YBB), yang didedikasikan untuk memberdayakan pemimpin muda agar berperan aktif dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan. Program ini mempertemukan para pemimpin muda, inovator, dan agen perubahan dari seluruh dunia untuk bertukar ide, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi inovatif terhadap tantangan global.
Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). JYS 2026 mengusung tema “Innovation Beyond Borders: Building the Future through Collaboration” dengan tagline #InnovateForTomorrow. Summit ini dirancang untuk mendorong peserta bekerja dalam tim multikultural dan mengembangkan proyek berbasis SDGs.
JYS 2026 menawarkan eksposur internasional dengan menghubungkan pemimpin muda dari berbagai negara untuk bertukar ide, berkolaborasi lintas budaya, dan mengembangkan global mindset yang berharga bagi pendidikan, kepemimpinan, dan peluang karier di dunia yang semakin terhubung.

Para pemenang mendapatkan sertifikat, medali, hadiah eksklusif, serta eksposur digital di berbagai platform JYS. Peserta juga berkesempatan memperluas portofolio akademik, membangun jaringan profesional internasional, dan mengembangkan inovasi bermakna berbasis SDGs
Raihan mengatakan, dalam kegiatan yang berpusat di International House Osaka tersebut, dirinya bersama tim multikultural yang beranggotakan peserta dari Indonesia, Uzbekistan, Malaysia, Hong Kong, China, dan Amerika Serikat, berhasil mempresentasikan gagasan inovatif di hadapan para juri yang merupakan kalangan CEO.
Tim yang terdiri atas mahasiswa S1, S2, Double Degree, hingga profesional di bidang STEM dan Forensic Science ini mengangkat isu yang sangat relevan: pengadaan komunitas berbasis SDGs yang dapat memfasilitasi penyandang disabilitas di daerah terpencil Indonesia untuk mengakses pendidikan dan peluang kerja demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Topik yang kami angkat memang dekat dengan hati saya. Isu disabilitas di daerah terpencil masih sering luput dari perhatian, padahal mereka punya potensi yang luar biasa jika diberi akses yang setara,” ujar Raihan.
Dua Penghargaan
Hasilnya melampaui ekspektasi. Tim Raihan, yang tergabung dalam group 3, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni “Best Group” dan “1st Place in Best Idea Innovation (Professional Category)”.
“Jujur, kami tidak menyangka bisa menang. Saat presentasi kami bahkan sempat overtime, jadi rasanya campur aduk antara lega dan tidak percaya ketika nama kelompok kami disebut sebagai pemenang,” ungkap Raihan dengan antusias.
Selama empat hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada kompetisi. Para peserta juga mengikuti city tour ke sejumlah destinasi bersejarah di Osaka, seperti Osaka Castle, Museum of Osaka University, dan Kuil Katsuoji. Acara resmi ditutup dengan Closing Ceremony yang meriah, di mana seluruh peserta turut serta dalam tarian khas Filipina sebagai ungkapan kebersamaan lintas budaya.
“Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya. Bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai negara dan latar belakang, lalu pulang membawa prestasi untuk UNDIP — ini adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” pungkas Raihan.
Pencapaian Raihan menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNDIP mampu bersaing dan berprestasi di panggung internasional, sekaligus membawa nama institusi ke kancah global. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap isu sosial, ia pun pulang dari Negeri Sakura membawa tidak hanya trofi, tetapi juga pengalaman dan jejaring internasional yang berharga. she

