SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Semarang, Minggu (1/2/2026), terasa berbeda.
Di tengah riuh warga yang berolahraga dan bersantai, kegiatan Ngaji Nom-Noman On The Street hasil kolaborasi tiga masjid besar—Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Masjid Agung Semarang, dan Masjid Agung Jawa Tengah—hadir menyapa masyarakat dengan wajah dakwah yang hangat dan membumi.
Kegiatan yang digelar sebulan sekali ini tampak dibanjiri pengunjung dari berbagai kalangan.

Sejak pagi, warga yang melintas tampak antusias singgah di stan-stan layanan keumatan yang disediakan. Tak hanya anak muda, keluarga hingga komunitas juga larut dalam suasana ngaji santai di ruang publik.
Salah satu stan yang ramai dikunjungi adalah layanan konsultasi keluarga yang diampu Moh Arifin, pengurus BP4 Jawa Tengah.
Ia mengungkapkan, selama kegiatan berlangsung terdapat lima perkara yang dikonsultasikan masyarakat.

“Empat di antaranya terkait masalah waris, satu persoalan keluarga, dan juga ada yang menanyakan seputar umrah,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan langsung seperti ini membuat masyarakat lebih nyaman membuka persoalan yang selama ini kerap dipendam.

Antusiasme serupa juga terlihat di stan RSI Sultan Agung. Layanan konsultasi kesehatan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung CFD yang ingin memeriksakan kondisi kesehatan ringan sekaligus mendapatkan edukasi medis secara gratis dan ramah.
Koordinator kegiatan, DR KH Multazam Ahmad, menjelaskan bahwa Ngaji Nom-Noman On The Street dirancang sebagai model dakwah modern yang adaptif dengan ruang dan zaman.

“Kegiatan ini kami laksanakan rutin sebulan sekali, di awal bulan. Diawali dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, lalu dilanjutkan menyapa masyarakat di ruang publik seperti CFD,” jelasnya.
Menariknya, di antara pengunjung yang singgah terlihat pula rombongan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah berolahraga pagi.
Kehadiran mereka menambah warna kebersamaan, menunjukkan bahwa dakwah dapat menjangkau siapa saja tanpa sekat.
Kegiatan ini juga dihadiri dan didukung berbagai elemen, mulai dari tiga masjid penyelenggara, RSI Sultan Agung, lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan YPKPI Baiturrahman, kartunis nasional Ibnu Tholhah, hingga Bank Jateng Syariah.
Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat pesan bahwa dakwah tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi syariah.
Dengan konsep yang ringan, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Ngaji Nom-Noman Tiga Masjid kian menegaskan dirinya sebagai role model dakwah modern—hadir di tengah masyarakat, menyatu dengan aktivitas publik, dan menjawab kebutuhan umat secara nyata. Sunarto
0



