PURWOREJO (Jatengdaily.com)— Menyadari pentingnya pendidikan vokasional dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap kerja, Paguyuban Keluarga Purworejo (Pakuwojo) menggelar sosialisasi pendidikan vokasional bagi siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) di Pendopo Kabupaten Purworejo.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pendidikan vokasional sebagai jalur pendidikan yang menekankan penguasaan keterampilan praktis, relevan dengan kebutuhan industri, serta membuka peluang kerja maupun wirausaha di masa depan.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus Pakuwojo, di antaranya Ketua Umum, Rendra Kusuma Wijaya, S.Pt; Sekretaris Jenderal, Dr. Romadi A. Kohar, S.E., M.M; Wakil Ketua Umum, Drs. Suhardi; serta Dewan Pakar Pakuwojo Prof. Istiningsih, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Bhayangkara.
Hadir pula Gigih Retno Wati, S.T., M.T., Koordinator Bidang Kelautan, Lingkungan Hidup, dan Pertanian Pakuwojo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan dan Pengelolaan BMN Kementerian Perhubungan.
Dari unsur pemerintah daerah, turut hadir Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan vokasional.
“Kami menghendaki adanya kerja sama pendidikan agar masyarakat Purworejo memiliki akses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa harus menempuh pendidikan jauh dari daerahnya,” ujar bupati.
Pemerintah Kabupaten Purworejo menurutnya, berharap pendidikan vokasional dapat menjadi pengungkit peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal yang berdaya saing dan mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), hadir Dr. Moh. Ridwan bersama para dosen dan alumni Program Studi Teknik Perkapalan Undip.
Dalam paparannya, Dr. Ridwan mendorong para siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur vokasi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Sekolah vokasi dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang kuat. Kami berharap putra-putri Purworejo dapat memanfaatkan jalur ini untuk menyiapkan masa depan yang mandiri dan kompetitif,” ungkapnya.
Kegiatan juga diisi dengan testimoni Toto Wirawan, alumni Teknik Perkapalan Undip yang merupakan putra daerah Purworejo. Ia berbagi pengalaman mengenai peran pendidikan vokasional dalam perjalanan kariernya serta kontribusinya bagi masyarakat.
Sebelumnya, Toto Wirawan juga menginisiasi pelatihan pembuatan kapal bagi nelayan di Purworejo sebagai bentuk pengabdian dan transfer keahlian berbasis vokasi kepada masyarakat pesisir.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah komitmen Pakuwojo untuk memberikan beasiswa bagi putra-putri Purworejo yang diterima di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan vokasional, khususnya bagi siswa berprestasi.
Secara terpisah, Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Budiyono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pakuwojo dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasional di daerah.
“Kami menyambut baik kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan SDM yang terampil dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Di satu sisi, melalui kegiatan ini, Pakuwojo bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Sekolah Vokasi Undip menunjukkan sinergi nyata dalam membangun kesadaran pendidikan vokasional sebagai investasi masa depan dan penguatan sumber daya manusia daerah. she
0



